Kebijakan pemerintah kolonial terhadap kehidupan agama

Dalam bidang agama, pemerintah sangat membatasi dan mengontrol kegiatan keagamaan. Pada masa pemerintahan Belanda, ruang gerak masyarakat muslim Indonesia sangat dibatasi. Pemerintah Belanda takut munculnya gerakan-gerakan yang dapat menghambat kepentingan perdagangan dan politiknya.

Belanda Mengubah Strategi

Kepentingan masyarakat muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sangat dibatasi, karena dianggap sebagai cikal bakal munculnya tokoh-tokoh muslim yang radikal. Belanda juga mengontrol dan mengawasi kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Kebijakan pemerintah Belanda tersebut ternyata justru menyulutkan perlawanan dari masyarakat muslim Indonesia.
Dengan semakin banyaknya perlawanan rakyat muslim Indonesia, maka pemerintah Belanda berusaha mengubah strategi untuk menghadapi rakyat Indonesia. Untuk itu, seorang penasihat pemerintah Belanda di Indonesia bernama Snouck Hurgronje ditunjuk untuk meneliti dan mempelajari masyarakat muslim Indonesia.

Foto Snouck Hurgronje
Snouck Hurgronje

Snouck Hurgronje

Dari hasil penelitiannya, Snouck Hurgronje berpendapat bahwa pada dasarnya Islam di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu : Islam politik dan Islam religius. Menurutnya pemerintah Belanda harus mengubah arah kebijakannya dan bersikap netral terhadap kehidupan keagamaan dan memberikan kesempatan yang cukup bagi kepentingan rohani bangsa Indonesia.
Pembatasan terhadap ruang gerak keagamaan juga dilakukan pemerintah Belanda terhadap kelompok-kelompok agama lain seperti Katolik dan Protestan. Pemerintah Belanda melihat kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh para misionaris, pastor, dan pendeta terutama melalui lembaga-lembaga pendidikan sebagai penghalang bagi kepentingan perdagangan dan kekuasaan pemerintah Belanda.
Oleh karena itu, pemerintah menetapkan sejumlah aturan yang dipakai sebagai alat kontrol terhadap aktivitas keagamaan ini.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

Artikel Populer
Daftar 38 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya Terbaru
Kalender Jawa Desember 2025: Weton, Pasaran, dan Hari Baik
Zaman Penjajahan di Indonesia: Sejarah, Dampak, dan Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Kerajaan Kutai: Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya (Abad ke-4 M)
Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 M – 15 M): Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya