Ir. Soekarno dalam ramalan Jayabaya

Sejauh ini Indonesia telah dipimpin oleh tujuh orang presiden, mulai dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dru, Megawati, dan SBY. Jika dikaitkan dengan ramalan Jayabaya Notonagoro, maka keenam presiden Indonesia tersebut dapat dibagi menjadi dalam dua tahap, yakni Notonagoro tahapI dan II.

Makna Notonagoro

Notonagoro tahap I diisi oleh lima presiden, sedangkan Notonagoro II dimulai dari SBY dan calon presiden Indonesia di masa mendatang (simak : Benarkah Prabowo Subianto di dalam Notonagoro?. Yang menarik untuk disimak dari ramalan Jayabaya Notonagoro tahap I ini adalah apakah kelima (mantan) presiden Indonesia tersebut sudah memenuhi syarat Notonagoro, yakni memiliki akhiran nama salah satu dari konsep Jayabaya tersebut?
Foto Soekarno dalam ramalan Jayabaya
Foto Presiden Soekarno

Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno

Seperti kita ketahui, presiden pertama Indonesia adalah Insinyur Soekarno, yang sekaligus merupakan bapak proklamator. Jika dikaitkan dengan ramalan Jayabaya, munculnya Presiden Soekarno sebagai pemimpin Indonesia, pendiri RI dalam periode Kalasumbaga (1901-2000) sudah diramalkan sebelumnya dan hasilnya cukup akurat.
Beliau digambarkan sebagai seorang raja yang memakai kopyah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim), suaranya menggelegar berkharisma, dan bergelar serbamulia (pemimpin besar revolusi).
Sang raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), nemun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya beliau karena demo para pelajar dan mahasiswa).
Sang raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa beliau sangat anti imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi :
“Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, naging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik-cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak-surak kaya nggugah pitik, ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu”
Bung Karno, begitu panggilan akrab Soekarno, bergelar panglima tertinggi ABRI, siapa menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, dan benderanya merah putih.
Beliau meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi :
“Sing wani bakal wirang, yen ngluruk tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine merga lemes”
Dalam relevansinya dengan Notonagoro, maka ramalan Jayabaya sangat akurat dan tepat dalam memprediksi (meramalkan) naiknya Soekarno ke tampuk kekuasaan RI pertama.
Terbukti pada tahun 1945 ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan, maka Bung Karno menjadi presiden pertama Republik Indonesia. Seperti ramalam Notonagoro, maka huruf akhir “No” pada nama Soekarno menjadi bukti bahwa ramalan Jayabaya tersebut sangat akurat dan tepat.

Baca jyga: Soeharto dalam jangka Jayabaya

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

Artikel Populer
Daftar 38 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya Terbaru
Kalender Jawa Desember 2025: Weton, Pasaran, dan Hari Baik
Zaman Penjajahan di Indonesia: Sejarah, Dampak, dan Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Kerajaan Kutai: Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya (Abad ke-4 M)
Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 M – 15 M): Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya