Belanda pertama kali tiba di Banten tahun 1596

Pada tahun 1596, 4 buah kapal dagang Belanda yang antara lain dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di Banten. Pada waktu itu, Banten merupakan pelabuhan terbesar di Jawa Barat, serta pusat perdagangan rempah-rempah dan berbagai hasil dari daerah-daerah di sekitarnya, termasuk dari Maluku.

Motivasi Belanda Datang ke Indonesia

Motivasi utama yang mendorong kedatangan Belanda adalah masalah ekonomi ditambah dengan adanya jiwa petualangan. Kedua, pada tahun 1585 terjadi perubahan di Eropa yang berdampak langsung terhadap pedagang-pedagang Belanda. Perubahan itu adalah dikuasainya Portugal oleh Spanyol.

Foto Cornelis de Houtman
Cornelis de Houtman

Biasanya pedagang-pedagang Belanda membeli rempah-rempah di bandar-bandar Portugal dan dijual kembali ke wilayah lain di Eropa. Dengan dikuasainya Portugal, pedagang-pedagang Belanda tidak lagi mendapatkan rempah-rempah dari sana.
Kedua motivasi tersebut menyebabkan orang Belanda berusaha membeli rempah-rempah langsung dari negeri asalnya. Kedatangan orang Belanda disambut baik oleh para penguasa Banten. Bagi Banten, kedatangan pedagang asing sangat menguntungkan perkembangan perekonomiannya. Para penguasa Banten dapat menambah penghasilan dari cukai barang-barang impor maupun ekspor.
Terdorong untuk mendapatkan keuntungan besar, orang Belanda memaksa Banten memberikan sejumlah besar rempah-rempah kepada mereka, tetapi mereka tidak mampu membayar. Sikap Belanda tersebut menimbulkan ketegangan, kemudian mereka diusir dari Banten. Orang Belanda meninggalkan Banten sambil menembaki kota dan kapal-kapalnya.

Belanda Mendapat Tentangan

Berita tentang tindakan kasar Belanda tersebar ke daerah-daerah di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa (pantura). Oleh karena itu, ketika Belanda sampai di pelabuhan-pelabuhan lainnya mereka tidak diterima oleh penguasa-penguasa setempat. Ekspedisi pertama Belanda ini kemudian kembali ke negaranya dengan membawa sedikit rempah-rempah.
Rombongan kedua Belanda tiba di Banten pada tahun 1598 dipimpin oleh Jacob van Neck dan Wybrecht van Warwyck. Belajar dari pengalaman yang pertama, mereka bersikap hati-hati dalam berhubungan dengan Banten. Itulah sebabnya mereka diterima dengan baik oleh para penguasa Banten.
Selain mengunjungi Banten, sejak tahun 1599 Belanda juga mengunjungi Maluku. Penduduk Maluku menyambut kedatangan Belanda dengan ramah, karena mereka dianggap sebagai musuh orang-orang Portugis yang juga menjadi musuh orang-orang Maluku.
Beberapa tahun kemudian, tahun 1605 Belanda mengadakan monopoli perdagangan cengkih, dan mengadakan hongitochten. Hongitochten adalah pelayaran untuk mencegah adanya perdagangan antara penduduk Maluku dengan pedagang-pedagang asing lain selain Belanda.

Baca juga: Bangsa Spanyol datang ke Maluku tahun 1521

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

Artikel Populer
Daftar 38 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya Terbaru
Kalender Jawa Desember 2025: Weton, Pasaran, dan Hari Baik
Zaman Penjajahan di Indonesia: Sejarah, Dampak, dan Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Kerajaan Kutai: Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya (Abad ke-4 M)
Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 M – 15 M): Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya