8 Fakta Unik Tentang Pangeran Diponegoro

Web Sejarah – Pangeran Diponegoro merupakan salah satu Pahlawan Nasional. Ia dikenal sangat heroik dalam mengusir penjajah Belanda. Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang dipimpinya menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia. Nah, berikut ini hal-hal yang tak banyak diketahui masyarakat luas tentang beliau:

8 Fakta Unik Tentang Pangeran Diponegoro

1. Diponegoro merupakan putra sulung Hamengkubuwono III. Namun, ia menolak untuk dijadikan raja, mengingat ibunya bukan permaisuri. Ia lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat. Sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo, tempat tinggal eyang buyut putrinya.

2. Sepanjang hidupnya, Pangeran Diponegoro setidaknya pernah menikah dengan 8 wanita, yaitu R.A Retno Mandubrongto, Supadmi, Retnodewati, Citrowati, Maduretno, Ratnaningsih, Ratnakumala, dan yang terakhir R.Ay. Ratnaningrum.

3. Perang Diponegoro yang dipimpin Pangeran Diponegoro untuk mengusir pasukan Belanda dari Pulau Jawa tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia, yakni 200.000 jiwa dari pihak pribumi dan 8.000 jiwa dari pihak Belanda.

Baca juga: Perang Diponegoro tahun 1825-1830

4. Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu, suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu, dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas, seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur, dijaga oleh puluhan ribu serdadu.

Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern.

5. Mengingat bagi sebagian orang Kraton Yogyakarta, Diponegoro dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke kraton, sampai kemudian Sri Sultan HB IX memberi amnesti bagi keturunan Diponegoro, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Diponegoro kala itu.

Kini anak cucunya dapat bebas masuk kraton, terutama untuk mengurus silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan diusir.

6. Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 12 putra dan 10 orang putri, yang keturunannya semuanya kini hidup tersebar di seluruh dunia, termasuk Jawa, Sulawesi, dan Maluku dan bahkan di Australia, Serbia, Jerman, Belanda dan Arab Saudi.

7. Sebagai penghargaan atas jasa Diponegoro dalam melawan penjajahan Belanda, di beberapa kota besar Indonesia terdapat jalan Diponegoro.

Nama-nama tempat yang menggunakan nama beliau antara lain Stadion Diponegoro, Jalan Diponegoro, Universitas Diponegoro, Kodam IV Diponegoro. Juga ada beberapa patung yang dibuat, seperti patung Diponegoro di Undip Pleburan, patung Diponegoro di Kodam IV Dipanegara, serta di pintu masuk Undip Tembalang.

8. Penghargaan tertinggi justru diberikan oleh dunia pada 21 Juni 2013. Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World).

Babad Diponegoro merupakan naskah klasik yang dibuat sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 1832-1833. Babad ini bercerita mengenai kisah hidup Pangeran Diponegoro yang memiliki nama asli Raden Mas Ontowiryo. (Sumber: ilhamblogindonesia.blogspot.com)

Baca juga: Sejarah Perang dan Perjuangan Pangeran Diponegoro

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Awal Mula Indonesia Merdeka

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sistem Kepercayaan Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Spiritual yang Masih Bertahan

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sastra dan Bahasa pada Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Keindahan Arsitektur dan Seni Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Warisan Megah yang Abadi

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

Sistem Pemerintahan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Struktur, Pengaruh, dan Warisannya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

7 Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia: Sejarah, Warisan, dan Pengaruhnya

Artikel Populer
Daftar 38 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya Terbaru
Kalender Jawa Desember 2025: Weton, Pasaran, dan Hari Baik
Zaman Penjajahan di Indonesia: Sejarah, Dampak, dan Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Kerajaan Kutai: Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya (Abad ke-4 M)
Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 M – 15 M): Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya