Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka: Panduan Guru dalam Menghidupkan Nilai Sejarah

websejarah.com – Ketika siswa memasuki kelas 10 SMA/MA, mereka tidak hanya berhadapan dengan pelajaran baru, tetapi juga cara berpikir baru. Salah satu pelajaran yang punya peran penting dalam membentuk karakter adalah Sejarah.

Melalui sejarah, siswa belajar memahami perjalanan bangsa, mengenal identitasnya, dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran sejarah dirancang agar lebih kontekstual dan bermakna. Modul ajar menjadi alat utama yang membantu guru menyusun proses belajar yang menyenangkan, berpusat pada peserta didik, serta relevan dengan kehidupan masa kini.

Download Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru

Untuk mendapatkan Perangkat ajar Modul Ajar Sejarah untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Apa Itu Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA?

Modul ajar adalah panduan pembelajaran yang berisi rencana kegiatan belajar, capaian pembelajaran, materi, strategi pembelajaran, dan asesmen. Dalam Kurikulum Merdeka, guru memiliki kebebasan untuk menyesuaikan modul ajar sesuai konteks lokal dan karakter siswa.

Untuk mata pelajaran Sejarah Kelas 10, modul ajar berfungsi sebagai jembatan antara kompetensi yang diharapkan (CP) dengan pengalaman belajar nyata di kelas. Modul ini tidak lagi menekankan hafalan peristiwa, tetapi menumbuhkan kemampuan berpikir historis dan kritis.

Struktur Modul Ajar Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Setiap modul ajar memiliki komponen utama yang saling terhubung dan berorientasi pada pembelajaran aktif. Struktur umumnya meliputi:

  1. Identitas Modul
    • Satuan Pendidikan: SMA/MA
    • Fase: E (Kelas 10)
    • Mata Pelajaran: Sejarah
    • Alokasi Waktu: Disesuaikan dengan jam pelajaran
  2. Capaian Pembelajaran (CP)
    Capaian Pembelajaran Sejarah Fase E berfokus pada kemampuan memahami peradaban awal manusia hingga sejarah kebangkitan nasional. Siswa diharapkan mampu menganalisis perubahan-perubahan sosial, budaya, dan politik yang terjadi sepanjang sejarah.
  3. Tujuan Pembelajaran (TP)
    Tujuan pembelajaran menggambarkan apa yang akan dicapai siswa dalam setiap pertemuan. Misalnya:
    • Siswa mampu menjelaskan proses munculnya peradaban awal manusia.
    • Siswa dapat menganalisis faktor-faktor penyebab munculnya kerajaan-kerajaan di Nusantara.
  4. Profil Pelajar Pancasila
    Melalui pembelajaran sejarah, nilai-nilai pelajar Pancasila dikembangkan:
    • Beriman dan berakhlak mulia: Menghargai jasa pahlawan dan tokoh bangsa.
    • Berkebinekaan global: Memahami keberagaman budaya di Nusantara.
    • Bernalar kritis: Menganalisis peristiwa sejarah dengan sumber yang valid.
    • Kreatif dan mandiri: Membuat proyek sejarah lokal atau digital timeline.
  5. Langkah Pembelajaran (Aktivitas Belajar)
    Modul ajar berisi tahapan aktivitas belajar yang mendorong keterlibatan aktif siswa, seperti diskusi, analisis dokumen sejarah, dan proyek kelompok.
  6. Asesmen dan Refleksi
    Asesmen tidak hanya berupa tes tertulis, tetapi juga proyek, presentasi, dan refleksi diri.

Materi Pokok Sejarah Kelas 10 SMA/MA

Berdasarkan Kurikulum Merdeka, ruang lingkup materi Sejarah Kelas 10 mencakup:

  1. Manusia, Ruang, dan Waktu dalam Perspektif Sejarah
    Siswa diajak memahami hakikat sejarah sebagai ilmu, seni, dan peristiwa. Mereka belajar bagaimana sejarawan meneliti sumber dan membangun narasi sejarah.
  2. Peradaban Awal Manusia di Dunia dan Indonesia
    Topik ini menyoroti asal-usul manusia modern, revolusi pertanian, dan munculnya peradaban seperti Mesir, Mesopotamia, hingga Nusantara pra-aksara.
  3. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
    Pembelajaran difokuskan pada perkembangan kerajaan seperti Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit. Siswa menganalisis peninggalan sejarah seperti prasasti dan candi sebagai bukti kejayaan masa lalu.
  4. Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara
    Siswa menelusuri bagaimana Islam menyebar melalui perdagangan, pendidikan, dan budaya. Guru dapat menggunakan pendekatan lokal, seperti sejarah Kesultanan Demak atau Aceh.
  5. Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia
    Materi ini menggugah semangat nasionalisme dengan mengkaji perjuangan rakyat terhadap kolonialisme Belanda dan Portugis.
  6. Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda
    Siswa memahami pentingnya persatuan dan kesadaran berbangsa yang muncul pada awal abad ke-20.

Contoh Tujuan dan Aktivitas dalam Modul Ajar Sejarah

Topik: Kerajaan Majapahit dan Puncak Kejayaan Nusantara

  • Tujuan Pembelajaran:
    Siswa mampu menjelaskan struktur pemerintahan Majapahit dan peran Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara.
  • Kegiatan Pembelajaran:
    1. Siswa membaca kutipan dari Nagarakretagama dan mendiskusikan isi maknanya.
    2. Guru memfasilitasi pembuatan peta wilayah kekuasaan Majapahit.
    3. Siswa mempresentasikan temuan mereka dan mengaitkan dengan nilai persatuan Indonesia masa kini.
  • Asesmen:
    Penilaian dilakukan melalui proyek peta sejarah dan refleksi tertulis tentang makna persatuan dalam konteks modern.

Strategi Pembelajaran Sejarah yang Efektif

Modul ajar Sejarah Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk menggunakan metode aktif dan kontekstual. Beberapa strategi yang disarankan antara lain:

  1. Project Based Learning (PjBL):
    Siswa membuat proyek digital seperti timeline interaktif sejarah lokal atau vlog kunjungan ke situs sejarah daerah.
  2. Discovery Learning:
    Guru memberikan sumber-sumber sejarah (gambar, artefak, teks) untuk dianalisis siswa agar mereka menemukan sendiri makna peristiwa.
  3. Blended Learning:
    Menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring dengan platform digital seperti Google Classroom atau Canva Edu.
  4. Storytelling Historis:
    Guru membangun narasi menarik, seperti kisah perjuangan Cut Nyak Dien, agar pembelajaran lebih hidup dan berkesan.
  5. Debat Sejarah:
    Siswa diminta berdebat mengenai isu kontroversial, misalnya “Apakah Majapahit benar-benar menyatukan Nusantara?” untuk melatih berpikir kritis.

Asesmen dan Refleksi Belajar

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya asesmen autentik yang menilai proses dan hasil belajar. Bentuk asesmen dalam modul ajar Sejarah antara lain:

  • Asesmen Formatif: Kuis reflektif, analisis teks sumber, atau diskusi kelas.
  • Asesmen Sumatif: Ujian akhir berbasis studi kasus sejarah.
  • Proyek Kolaboratif: Pembuatan majalah digital bertema sejarah lokal.
  • Refleksi Individu: Siswa menulis esai tentang peristiwa sejarah yang paling menginspirasi mereka.

Guru juga perlu menambahkan lembar refleksi guru untuk mengevaluasi apakah metode yang digunakan efektif dalam meningkatkan minat belajar sejarah siswa.

Kelebihan Modul Ajar Sejarah Kurikulum Merdeka

Mengapa modul ajar ini penting bagi guru dan siswa?

  1. Fleksibel: Dapat disesuaikan dengan konteks lokal dan karakter peserta didik.
  2. Berbasis Proyek: Mendorong siswa berpikir kreatif dan kolaboratif.
  3. Mendorong Literasi Sejarah: Mengajarkan cara membaca dan menafsirkan sumber sejarah.
  4. Menumbuhkan Karakter: Membentuk rasa nasionalisme dan menghargai keberagaman.
  5. Berorientasi Kompetensi: Fokus pada penguasaan kemampuan, bukan sekadar hafalan.

Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Sejarah

Guru dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkaya modul ajar. Misalnya:

  • Menggunakan Google Earth untuk menelusuri lokasi kerajaan kuno.
  • Membuat video pembelajaran interaktif menggunakan Canva atau CapCut.
  • Menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu eksplorasi informasi sejarah dengan panduan guru.
    Dengan cara ini, sejarah tidak lagi terasa kaku, tetapi menjadi pengalaman belajar yang hidup dan menyenangkan.

Menghidupkan Nilai Sejarah di Kelas

Modul ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka adalah panduan penting bagi guru dalam mengarahkan pembelajaran yang lebih bermakna dan inspiratif.

Melalui pendekatan inkuiri, proyek kolaboratif, dan integrasi teknologi, siswa tidak hanya memahami masa lalu, tetapi juga belajar mengambil pelajaran untuk membangun masa depan.

Sejarah bukan sekadar deretan tanggal dan tokoh, tetapi cermin perjalanan manusia mencari jati diri dan kebijaksanaan. Dengan modul ajar yang tepat, guru dapat menyalakan api semangat itu di setiap kelas.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka