Suku bangsa

Sistem religi suku Sunda

Sebagian besar suku Sunda memeluk agama Islam dengan patuh melakukan kewajiban agamanya, seperti sholat, puasa, zakat dan sangat besar hasratnya untuk beribadah haji ke tanah suci. Pada tahun 1969 saja terdapat 21.038 masjid, 655.741 langgar, 2.767 pesantren dan 5.491 madrasah. Jumlah kyai, ajingan dan alim ulama 25.253 orang, guru ngaji di pesantren 4.042 orang, guru […]

Sistem kekerabatan suku Sunda

Sistem kekerabatan suku Sunda sangat dipengaruhi oleh : 1. Adat yang diteruskan secara turun-temurun. 2. Agama Islam yang sudah lama dianut oleh sebagian besar orang Sunda. Akibatnya, sangat sulit untuk memisahkan mana adat dan mana agama. Sebab kedua unsur itu terjalin erat menjadi kebudayaan orang Sunda. Dalam perkawinan misalnya, dilakukan secara adat dan secara agama […]

Sistem kemasyarakatan dan perekonomian suku Sunda

Sistem kemasyarakatan Suku Sunda sangat erat dengan kehidupan ekonominya. Di sini ada 3 unit sosial yang menjadi pusat kehidupan ekonomi, yaitu : kota, desa dan daerah perkebunan. Struktur masyarakat kota dan perekonomiannya tidak berbeda dengan kota-kota lain di pulau Jawa, yaitu masyarakatnya Gesellschaft dengan mata pencaharian utama pada sektor : perdagangan, industri, jasa, pertukangan dan […]

Pemerintahan Desa di Jawa Barat

Sistem pemerintahan desa di seluruh Jawa Barat itu pada garis besarnya sama. Hanya dalam hal sebutan bagi pejabatnya terdapat perbedaan. Contohnya : desa Bojongloa di lereng Gunung Tampomas (Sumedang) dikepalai oleh seorang Kuwu yang dipilih oleh rakyatnya. Ia dibantu oleh seorang juru tulis, 3 orang kokolot, seorang kulisi, seorang ulu-ulu dan seorang amil serta 3 […]

Tentang suku Sunda

Suku Sunda ialah orang-orang yang secara turun-temurun menggunakan bahasa ibu dan dialeknya sehari-hari dengan bahasa Sunda dan tinggal di Jawa Barat. Secara kultural, daerah Pasundan itu di sebelah Timur dibatasi oleh sungai-sungai Cilosari dan Citandui, yang juga merupakan perbatasan bahasa. Di luar Jawa Barat juga terdapat suku-suku Sunda yang tetap berbahasa Sunda, seperti daerah Brebes, […]

Sistem religi suku Minangkabau

Pada prinsipnya orang Minangkabau menganut agama Islam. Maka bila ada orang Minangkabau yang tidak memeluk agama Islam adalah suatu keganjilan yang mengherankan, walaupun kenyataannya ada sebagian yang tidak patuh menjalankan syari’at-syari’atnya. Disampung meyakini kebenaran ajaran-ajaran Islam, sebagian dari mereka masih percaya adanya hal-hal bersifat takhayul dan magis, misalnya : hantu-hantu jahat, kuntilanak, tenung (menggasing) dsb. […]

Adat Koto Piliang

Secara adat, sistem pemerintahan di Minangkabau dibedakan dalam 2 sistem, yaitu Adat Koto Piliang dan Adat Budi Caniago. Adat Koto Piliang lebih bersifat otokrasi, karena panghulunya tidak berdasarkan pilihan, melainkan menetap pada keluarga tertentu. Pada balai adatnya ada bagian yang ditinggikan yang disebut anjueng. Adat ini banyak dijumpai di daerah Limapuluh Koto dan tanah Datar. […]

Adat Budi Caniago

Adat ini adalah bersifat demokratis, karena mengutamakan musyawarah. Balai adatnya sama tingginya. Adat ini dijumpai di daerah Agam. Di sinipun famili itu berada di bawah pimpinan panghulu andiko. Suatu famili terbagi lagi dalam jurai-jurai. Jurai berada di bawh pimpinan seorang tua yang disebut mamak kepala waris atau tungganai. Apabila jurai-jurai itu tidak mempunyai mamak kepala […]

Sistem kemasyarakatan suku Minangkabau

Masyarakat suku Minangkabau tidak mengenal organisasi masyarakat lainnya yang bersifat adat kecuali kelompok kekerabatan : paruik, kampueng dan suku. Karena itu instruksi/praturan pemerintah, soal administrasi pedesaan, sering disalurkan kepada penduduk desa melalui panghulu sukunya dan panghulu andiko. Sebuah suku dengan panghulu aukunya juga dibantu oleh seorang dubalang dan manti yang tugasnya menjaga keamanan suku. Ada […]

Sistem perekonomian dan kekerabatan suku Minangkabau

Sebagian suku Minangkabau hidup bercocok tanam. Ada yang di sawah-sawah dengan menanam padi dan palawija, di lereng-lereng bukit dengan menanam sayuran dan buah-buahan, dan di pesisir dengan tanaman kelapa. Sebagian lagi berdagang (merantau), dan membuat barang-barang kerajinan, berupa perak bakar dan kain songket Silungkang, sebagian lagi bekerja di sektor jasa dan buruh. Sistem kekerabatan di […]

Lihat Postingan Lainnya