Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka

websejarah.com – Bayangkan seorang guru sejarah yang ingin membawa siswanya menjelajahi masa lalu tanpa membuat mereka bosan. Tantangan ini kini dijawab oleh Kurikulum Merdeka melalui konsep Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebuah panduan sistematis yang membantu guru menyusun langkah-langkah pembelajaran agar lebih bermakna dan berkesinambungan.

Bagi mata pelajaran Sejarah Kelas 10 SMA/MA, ATP berfungsi sebagai jembatan antara capaian pembelajaran (CP) dan aktivitas konkret di kelas. Dengan ATP, guru tidak lagi mengajar sekadar “dari bab ke bab”, tetapi membangun pemahaman historis yang mendalam dan kontekstual.

Download Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru

Untuk mendapatkan Perangkat ajar Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Sejarah untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

Apa Itu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)?

Secara sederhana, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dari awal hingga akhir fase.

Setiap tujuan pembelajaran di dalamnya menggambarkan kemampuan yang diharapkan muncul secara bertahap pada peserta didik.

Menurut panduan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), ATP dirancang untuk:

  1. Menyusun urutan pembelajaran yang logis dan progresif.
  2. Mengaitkan antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai sejarah.
  3. Membantu guru menentukan strategi dan asesmen yang tepat sesuai karakter siswa.

Dengan kata lain, ATP bukan sekadar daftar topik, tetapi peta perjalanan belajar sejarah yang mengantarkan siswa memahami masa lalu dengan cara berpikir kritis dan reflektif.

Kedudukan ATP dalam Kurikulum Merdeka

Dalam struktur Kurikulum Merdeka, ATP merupakan turunan langsung dari Capaian Pembelajaran (CP) dan menjadi dasar penyusunan Modul Ajar. Hubungan ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Capaian Pembelajaran (CP): Tujuan akhir fase yang harus dicapai siswa.
  • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Langkah-langkah menuju capaian tersebut.
  • Modul Ajar: Rencana konkret untuk mewujudkan setiap tujuan pembelajaran di lapangan.

Sebagai contoh, jika CP Sejarah Kelas 10 menyebutkan bahwa siswa harus “memahami perkembangan peradaban dunia dan keterkaitannya dengan sejarah Indonesia”, maka ATP memecah tujuan tersebut menjadi beberapa tahapan yang lebih spesifik dan dapat diukur.

Struktur Umum ATP Sejarah Kelas 10 SMA/MA

ATP disusun secara hierarkis agar guru mudah memetakannya ke dalam rencana belajar semester. Berikut struktur umum yang digunakan:

  1. Identitas ATP: Nama satuan pendidikan, mata pelajaran, fase, dan kelas.
  2. Capaian Pembelajaran: Kompetensi utama yang ingin dicapai.
  3. Rasional: Alasan pentingnya topik tersebut diajarkan.
  4. Tujuan Pembelajaran: Pernyataan tentang kompetensi yang diharapkan muncul.
  5. Alur atau Urutan Pembelajaran: Rangkaian tujuan yang saling berhubungan dari yang sederhana ke kompleks.

Struktur ini membantu guru tidak hanya fokus pada “apa yang diajarkan”, tetapi juga bagaimana dan mengapa topik tersebut penting bagi pembentukan karakter peserta didik.

Tujuan Pembelajaran Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Tujuan utama pembelajaran sejarah di Kelas 10 adalah menumbuhkan kesadaran historis dan nasionalisme melalui pemahaman tentang peradaban manusia serta perjalanan bangsa Indonesia. Beberapa tujuan pembelajaran yang dirumuskan dalam ATP antara lain:

  1. Peserta didik mampu memahami pengertian, fungsi, dan manfaat sejarah dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik mampu menganalisis metode ilmiah dalam penelitian sejarah.
  3. Peserta didik memahami perkembangan peradaban awal dunia seperti Mesopotamia, Mesir, India, dan Tiongkok.
  4. Peserta didik mampu menjelaskan pengaruh peradaban dunia terhadap perkembangan Nusantara.
  5. Peserta didik dapat menelusuri bukti sejarah dari masa praaksara hingga kerajaan-kerajaan awal di Indonesia.
  6. Peserta didik mampu menunjukkan nilai-nilai budaya dan moral dari peninggalan sejarah lokal.

Setiap tujuan ini diurutkan secara berjenjang agar siswa dapat membangun pemahaman historis yang terstruktur, bukan hanya menghafal fakta.

Contoh Rincian ATP Sejarah Kelas 10 SMA/MA

Berikut contoh penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Sejarah Kelas 10 sesuai prinsip Kurikulum Merdeka:

Capaian Pembelajaran:
Siswa mampu memahami peradaban manusia dan perkembangannya di Indonesia, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sejarah dalam kehidupan berbangsa.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Menjelaskan pengertian dan manfaat sejarah dalam kehidupan masyarakat modern.
  2. Mengidentifikasi langkah-langkah metode penelitian sejarah.
  3. Mendeskripsikan karakteristik peradaban awal manusia di berbagai belahan dunia.
  4. Menganalisis hubungan antara peradaban dunia dengan perkembangan kebudayaan di Nusantara.
  5. Mengidentifikasi peninggalan sejarah masa praaksara dan kerajaan awal Indonesia.
  6. Menganalisis nilai-nilai moral, sosial, dan budaya dari peninggalan sejarah lokal.
  7. Menyajikan hasil analisis sejarah dalam bentuk tulisan atau presentasi digital.

Alur ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun Modul Ajar dan Asesmen Diagnostik di awal semester.

Prinsip Penyusunan ATP Sejarah

Agar ATP relevan dan efektif, guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut:

  1. Keterpaduan Logis: Urutan tujuan harus berkelanjutan dari pengetahuan dasar hingga analisis kompleks.
  2. Kontekstualisasi: Materi dikaitkan dengan kehidupan siswa, misalnya sejarah lokal atau isu sosial terkini.
  3. Berorientasi Kompetensi: Fokus pada kemampuan berpikir kritis, bukan hafalan kronologi.
  4. Fleksibilitas: Guru dapat menyesuaikan ATP sesuai kondisi peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
  5. Integrasi Profil Pelajar Pancasila: Setiap aktivitas diarahkan untuk menumbuhkan nilai-nilai beriman, gotong royong, dan bernalar kritis.

Strategi Implementasi ATP di Kelas

Penerapan ATP di kelas tidak harus kaku. Guru sejarah dapat menghidupkan setiap tujuan pembelajaran melalui berbagai metode aktif, seperti:

  • Inkuiri Historis: Siswa diajak mencari, menelaah, dan menginterpretasi sumber sejarah.
  • Project Based Learning: Siswa membuat proyek seperti peta digital kerajaan-kerajaan Indonesia.
  • Storytelling dan Diskusi: Guru menyampaikan peristiwa sejarah dengan gaya naratif dan mendorong refleksi kritis.
  • Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan platform seperti Google Earth untuk melihat lokasi situs sejarah atau YouTube Edu untuk menonton dokumenter.

Dengan strategi ini, setiap alur dalam ATP tidak hanya menjadi daftar tujuan, tetapi pengalaman belajar yang nyata.

Asesmen Berbasis ATP

Asesmen dalam ATP tidak sekadar menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir siswa. Beberapa bentuk asesmen yang dapat digunakan antara lain:

  • Asesmen Formatif: Kuis, refleksi harian, dan diskusi kelas.
  • Asesmen Sumatif: Ujian berbasis studi kasus atau analisis sumber sejarah.
  • Proyek Individu/Kelompok: Membuat infografis atau video tentang peradaban dunia.
  • Portofolio: Kumpulan tugas yang menunjukkan perkembangan pemahaman siswa.

Dengan asesmen berbasis kompetensi, guru dapat melihat sejauh mana tujuan pembelajaran dalam ATP tercapai.

Contoh Integrasi ATP dengan Profil Pelajar Pancasila

Kurikulum Merdeka menekankan bahwa pembelajaran sejarah harus mendukung terbentuknya Profil Pelajar Pancasila. Misalnya:

  • Beriman dan Berakhlak Mulia: Menggali nilai moral dari tokoh sejarah.
  • Bernalar Kritis: Menganalisis sebab-akibat peristiwa sejarah.
  • Berkebinekaan Global: Menghargai peradaban dan budaya dunia.
  • Gotong Royong: Kolaborasi dalam proyek sejarah kelompok.

Dengan demikian, ATP bukan hanya mengatur urutan belajar, tetapi juga mengarahkan pembentukan karakter siswa.

ATP sebagai Peta Jalan Pembelajaran Sejarah Bermakna

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Sejarah Kelas 10 SMA/MA bukan sekadar dokumen administratif, tetapi panduan strategis agar pembelajaran lebih terarah, aktif, dan relevan.

Dengan ATP, guru memiliki panduan jelas untuk mengembangkan modul ajar, strategi asesmen, serta aktivitas belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran sejarah siswa.

Pembelajaran sejarah di era Kurikulum Merdeka seharusnya tidak hanya mengajarkan peristiwa masa lalu, tetapi juga membantu siswa memahami akar jati diri bangsa dan mempersiapkan mereka menjadi warga dunia yang berkarakter.

ATP adalah langkah awal menuju tujuan itu peta jalan yang menuntun generasi muda agar tidak lupa dari mana mereka berasal, dan lebih siap melangkah ke masa depan.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka