Hal-hal yang perlu diketahui tentang negara Jerman Barat adalah :
Pada akhir Perang Dunia II tentara Sekutu menduduki bagian barat yang kemudian menjadi Jerman Barat, dan tentara Uni Soviet menduduki bagian timur yang kemudian menjadi Jerman Timur.
Sungai ini melalui daerah-daerah industri dan bermuara di kota Rotterdam (negeri Belanda), pelabuhan lau terbesar di dunia. Barang-barang ekspor dan impor Jerman Barat diangkut melalui sungai Rhein ke dan dari pelabuhan Rotterdam.
Jerman Barat adalah negara industri terkemuka di Eropa. Hasil industrinya bermutu tinggi dan tekenal di dunia. Hasil industri yang utama adalah mobil, mesin-mesin, perlengkapan kereta api, tekstil, bahan kimia, galangan kapal, pesawat terbang, besi dan dan baja, dan alat-alat listrik seperti almari es, alat dapur, serta barang-barang elektronik seperti televisi dan radio. Merk-merk mobil seperti Mercedes, Opel, dan VW (Volka Wagen yang artinya kendaraan rakyat) yang banyak ditemui di Indonesia merupakan hasil industri Jerman Barat.
Daerah-daerah Jerman Barat adalah :
Kota-kota industri yang besar adalah Hamburg, Berlin Barat, Franfurt, Munich, Stuffgart, Mainz, Solingen, Wuppertal. Usaha pertanian dilakukan dengan sangat intensif, di samping karena terbatasnya lahan pertanian juga karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
Hasil-hasil pertanian yang terpenting adalah gandum, kentang, gula bit, dan anggur. Namun demikian hasil pertanian Jerman Barat belum mampu mencukupi kebutuhan penduduknya, sehingga untuk kebutuhan bahan makanan masih harus diimpor. Pendapatan tahun 1985 saja sudah mencapai US $ 1.574.800 juta.
Hubungan Jerman Barat dengan Indonesia cukup erat, meliputi bidang perdagangan, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan. Di bidang pendidikan banyak mahasiswa dan sarjana Indonesia melanjutkan dan memperdalam berbagai bidang pengetahuan di Jerman Barat. Prof. Dr. B.J. Habibie pendiri industri pesawat terbang IPTN dan juga pernah menjabat presiden RI, adalah salah satu putra Indonesia lulusan Jerman Barat.
Dibidang ilmu pengetahuan dan penelitian juga telah terjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian seperti LIPI, Lapan, dan Batan yang meliputi penelitian laut, energi, energi atom, teknologi kedirgantaraan.
Hubungan perdagangan selama ini juga berjalan lancar. Hasil pertanian Indonesia ditawarkan di pasaran internasional di Bremen. Dari Indonesia Jerman Barat minyak dan gas bumi, karet alam, makanan ternak, timah, kopi, yang pada tahun 1986 mencapai nilai US$ 336,6 juta.
Dilain pihak Jerman Barat mengekspor mesin pabrik, pesawat terbang, bahan kimia, kendaraan bermotor, barang-barang listrik, pupuk pabrik ke Indonesia, yang pada tahun 1986mencapai US$ 831,8 juta, jauh lebih besar daripada impor dari Indonesia. Jerman Barat juga turut membantu pembangunan Indonesia melalui peran sertanya di IGGI. Juga banyak pengusaha Jerman yang menanamkan modalnya di Indonesia, misalnya di bidang telekomunikasi (Siemens), obat-obatan.