websejarah.com – Bayangkan seorang guru yang memulai pagi dengan semangat, membawa rancangan pembelajaran yang sudah tertata rapi. Ia tahu apa yang akan diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bagaimana memastikan siswanya benar-benar memahami. Semua itu berawal dari satu hal: perangkat ajar.
Bagi guru Kelas 3 SD/MI, perangkat ajar bukan sekadar kumpulan kertas, melainkan peta perjalanan pembelajaran.
Di era Kurikulum Merdeka, perangkat ajar menjadi panduan fleksibel untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak-anak usia 8–9 tahun yang sedang dalam masa emas belajar dasar.
Download Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka
Untuk mendapatkan Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
- PAI dan BP ( UNDUH DI SINI )
- Bahasa Indonesia ( UNDUH DI SINI )
- Bahasa Inggris ( UNDUH DI SINI )
- Bahasa Jawa ( UNDUH DI SINI )
- PPKN ( UNDUH DI SINI )
- PJOK ( UNDUH DI SINI )
- Matematika ( UNDUH DI SINI )
- Seni Musik ( UNDUH DI SINI )
- Seni Rupa ( UNDUH DI SINI )
- Seni Tari ( UNDUH DI SINI )
- Seni Teater ( UNDUH DI SINI )
Apa Itu Perangkat Ajar Kelas 3 SD/MI?
Perangkat ajar adalah seperangkat dokumen yang disiapkan guru untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran secara sistematis. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, perangkat ajar tidak lagi kaku seperti RPP konvensional, melainkan lebih adaptif dan kreatif.
Secara umum, perangkat ajar Kelas 3 SD/MI terdiri dari beberapa komponen utama:
- Capaian Pembelajaran (CP) – gambaran kompetensi yang harus dicapai siswa di akhir fase.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) – urutan logis dari tujuan-tujuan pembelajaran yang dirancang untuk mencapai CP.
- Modul Ajar – dokumen utama berisi rencana kegiatan belajar, asesmen, dan refleksi.
- Bahan Ajar & Media Pembelajaran – buku, video, gambar, atau alat konkret yang digunakan dalam kegiatan belajar.
- Asesmen Pembelajaran – penilaian formatif dan sumatif yang mengukur ketercapaian tujuan belajar.
Fungsi dan Manfaat Perangkat Ajar
Mengapa guru perlu menyusun perangkat ajar dengan baik? Karena perangkat ajar memiliki fungsi strategis:
- Sebagai Panduan Mengajar: Guru tidak kehilangan arah dalam proses pembelajaran.
- Sebagai Alat Evaluasi: Dapat mengukur keberhasilan proses belajar mengajar.
- Sebagai Sarana Refleksi: Membantu guru memperbaiki strategi jika pembelajaran belum efektif.
- Sebagai Bukti Administratif: Menunjukkan kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum nasional.
Selain itu, perangkat ajar juga membantu siswa belajar lebih terarah dan orang tua memahami perkembangan anaknya di sekolah.
Komponen Perangkat Ajar Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka
Berikut adalah komponen yang wajib ada dalam perangkat ajar menurut panduan resmi Kemdikbudristek (2024):
- Identitas Modul Ajar
- Nama sekolah, kelas, semester, mata pelajaran, dan waktu belajar.
- Kompetensi Awal
Menjelaskan kemampuan dasar yang sudah dimiliki siswa sebelum memulai topik baru.
- Profil Pelajar Pancasila
Pembelajaran diarahkan untuk menumbuhkan nilai-nilai seperti gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis.
- Capaian Pembelajaran (CP)
Misalnya dalam Bahasa Indonesia, CP-nya adalah kemampuan memahami isi teks dan menulis dengan struktur sederhana.
- Tujuan Pembelajaran (TP)
Tujuan dirumuskan dengan kalimat aktif dan terukur, misalnya: “Siswa mampu membaca dan menceritakan kembali isi teks narasi pendek.”
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ATP menjelaskan urutan pembelajaran yang logis, dari mengenal konsep hingga memahami secara mendalam.
- Kegiatan Pembelajaran
Disusun dengan pendekatan aktif seperti bermain peran, eksperimen, diskusi, atau literasi visual.
- Asesmen dan Refleksi
Termasuk penilaian formatif, sumatif, serta refleksi guru dan siswa terhadap proses belajar.
Contoh Penerapan Perangkat Ajar di Kelas 3
Mari bayangkan topik “Menjaga Kesehatan Diri dan Lingkungan” pada mata pelajaran PPKn dan IPA Terpadu.
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar.
Kegiatan Pembelajaran:
- Guru memulai dengan cerita pendek tentang anak yang sering sakit karena lingkungan kotor.
- Siswa melakukan observasi di sekitar kelas untuk menemukan contoh perilaku menjaga kebersihan.
- Siswa membuat poster sederhana bertema “Lingkunganku Sehat”.
Asesmen:
Guru menilai dari partisipasi siswa dalam diskusi dan hasil karya poster yang menggambarkan pemahaman konsep kebersihan.
Refleksi:
Siswa menuliskan hal baru yang mereka pelajari dan bagaimana mereka bisa menerapkannya di rumah.
Dengan kegiatan seperti ini, pembelajaran tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter positif sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Ciri Khas Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka
Ada tiga hal yang membedakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya:
- Fleksibel dan Kontekstual
Guru dapat menyesuaikan materi dengan kondisi daerah, potensi lingkungan, dan minat siswa. Misalnya, topik matematika tentang pengukuran bisa dikaitkan dengan kegiatan menanam di kebun sekolah.
- Berorientasi pada Kompetensi
Fokus bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga proses berpikir dan keterampilan siswa.
- Berbasis Proyek dan Inkuiri
Siswa belajar melalui proyek nyata, seperti membuat mini ekosistem atau menulis cerita pengalaman pribadi.
Strategi Guru dalam Menggunakan Perangkat Ajar
Perangkat ajar yang baik tidak akan maksimal tanpa strategi mengajar yang efektif. Berikut beberapa strategi yang disarankan:
- Mengaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari
Misalnya, saat belajar matematika tentang uang, guru bisa mengajak siswa bermain jual beli di kelas.
- Menggunakan Media Visual dan Digital
Anak usia SD lebih mudah memahami lewat gambar, video, dan permainan interaktif.
- Memberi Ruang untuk Eksplorasi
Biarkan siswa menemukan jawabannya sendiri melalui observasi atau percobaan sederhana.
- Refleksi Rutin
Setelah pembelajaran, guru bisa mengajak siswa berbagi pendapat tentang hal yang mereka sukai atau ingin pelajari lebih lanjut.
Asesmen dalam Perangkat Ajar Kelas 3
Asesmen dalam Kurikulum Merdeka bersifat autentik, artinya menilai kemampuan nyata siswa dalam konteks kehidupan. Bentuknya bisa berupa:
- Observasi Sikap dan Aktivitas: Melihat bagaimana siswa berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.
- Penilaian Proyek: Misalnya membuat karya seni atau laporan hasil pengamatan.
- Portofolio: Kumpulan hasil karya siswa selama satu tema pembelajaran.
- Tes Lisan atau Tertulis: Untuk mengukur pemahaman dasar konsep.
Guru juga dianjurkan untuk melakukan asesmen formatif secara berkala agar pembelajaran bisa segera disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Tantangan dan Solusi dalam Menyusun Perangkat Ajar
Beberapa guru masih merasa kesulitan dalam menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka karena formatnya yang baru. Tantangan umum antara lain:
- Tidak terbiasa merancang modul ajar yang fleksibel.
- Terbatasnya waktu untuk menyiapkan dokumen lengkap.
- Kurangnya contoh konkret yang sesuai konteks lokal.
Solusinya, guru dapat:
- Mengunduh contoh perangkat ajar resmi dari Platform Merdeka Mengajar (PMM).
- Berkolaborasi dengan guru sejawat dalam komunitas belajar sekolah.
- Mengadaptasi modul ajar yang sudah ada sesuai kebutuhan kelas.
Dengan demikian, beban kerja menjadi lebih ringan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Perangkat Ajar, Sahabat Guru dalam Mengajar
Perangkat ajar Kelas 3 SD/MI adalah fondasi penting bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Dokumen ini bukan sekadar administrasi, tetapi panduan hidup yang membantu guru mengelola proses belajar dengan arah yang jelas.
Melalui perangkat ajar Kurikulum Merdeka, guru diajak lebih kreatif, siswa lebih aktif, dan pembelajaran lebih kontekstual. Setiap aktivitas di kelas menjadi bagian dari perjalanan anak mengenal dunia dengan cara yang menyenangkan.
Mengajar di era baru bukan soal siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling siap. Dan perangkat ajar adalah wujud nyata kesiapan itu.
Post Views: 425