Perangkat Ajar Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka

websejarah.com – Mengajar anak-anak kelas 2 SD/MI bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter dan rasa ingin tahu mereka. Pada usia sekitar 7–8 tahun, anak-anak berada pada masa emas perkembangan kognitif dan sosial. Di sinilah peran perangkat ajar menjadi sangat penting.

Perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu guru menyiapkan pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan menyenangkan. Tak lagi berfokus pada hafalan, tetapi menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui pengalaman belajar sehari-hari.

Download Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka

Untuk mendapatkan Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

  • Pendidikan Agama (PA) dan BP ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Indonesia ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Inggris ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Jawa ( UNDUH DI SINI )
  • PPKN ( UNDUH DI SINI )
  • PJOK ( UNDUH DI SINI )
  • Matematika ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Musik ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Tari ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Rupa ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Teater ( UNDUH DI SINI )

Apa Itu Perangkat Ajar Kelas 2 SD/MI?

Perangkat ajar adalah seperangkat dokumen atau panduan yang digunakan guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Dalam Kurikulum Merdeka, perangkat ajar meliputi:

  1. Capaian Pembelajaran (CP) – menjelaskan kompetensi yang diharapkan di akhir fase. Untuk Kelas 2, siswa berada di Fase A (kelas 1–2).
  2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) – urutan tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir tahun ajaran.
  3. Modul Ajar – panduan kegiatan belajar yang berisi tujuan, aktivitas, media, dan asesmen.
  4. Bahan Ajar dan Media Pembelajaran – sumber belajar seperti gambar, lagu, permainan edukatif, dan video.
  5. Asesmen Pembelajaran – alat untuk menilai pemahaman dan keterampilan siswa, baik secara formatif maupun sumatif.

Kelebihan perangkat ajar Kurikulum Merdeka adalah sifatnya fleksibel dan kontekstual, artinya guru dapat menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, kondisi sekolah, dan budaya lokal.

Tujuan Utama Perangkat Ajar Kelas 2 SD/MI

Menurut panduan Kemendikbudristek (2024), perangkat ajar memiliki beberapa tujuan penting:

  • Membantu guru merancang pembelajaran yang berorientasi pada siswa.
  • Menjamin keberlanjutan capaian pembelajaran dari kelas sebelumnya.
  • Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi dasar.
  • Membentuk Profil Pelajar Pancasila, seperti beriman, kreatif, dan gotong royong.

Dengan perangkat ajar yang baik, proses belajar di kelas menjadi lebih terarah, menarik, dan bermakna bagi anak-anak.

Struktur Perangkat Ajar Kelas 2 SD/MI

Agar pembelajaran lebih efektif, perangkat ajar disusun dengan struktur yang jelas dan sistematis. Berikut komponen utamanya:

  1. Identitas Modul Ajar
    • Satuan Pendidikan: SD/MI
    • Fase: A
    • Kelas: 2
    • Semester: Ganjil/Genap
    • Alokasi Waktu: Menyesuaikan pertemuan
  2. Capaian Pembelajaran (CP)
    Setiap mata pelajaran memiliki CP yang menggambarkan kompetensi utama yang harus dicapai.
    Misalnya untuk Bahasa Indonesia:
    “Peserta didik mampu memahami teks sederhana dan mengekspresikan ide secara lisan maupun tulisan sesuai konteks kehidupan sehari-hari.”
  3. Tujuan Pembelajaran (TP)
    TP disusun berdasarkan CP dan diuraikan menjadi langkah-langkah pembelajaran.
    Contoh:
    • Siswa mampu membaca teks naratif dengan intonasi yang tepat.
    • Siswa dapat menulis kalimat sederhana tentang kegiatan sehari-hari.
  4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
    ATP menjelaskan urutan logis TP dari awal hingga akhir semester, agar pembelajaran berlangsung berkesinambungan.
  5. Kegiatan Pembelajaran
    Kegiatan harus aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Misalnya:
    • Bermain peran saat belajar Bahasa Indonesia.
    • Eksperimen sederhana saat belajar IPAS.
    • Lagu dan gerak tubuh untuk pelajaran PJOK.
  6. Asesmen dan Refleksi
    Asesmen digunakan untuk menilai pencapaian siswa. Bentuknya bisa berupa:
    • Observasi dan catatan anekdot.
    • Kuis bergambar atau permainan edukatif.
    • Proyek mini, seperti membuat kolase atau menulis cerita pendek.
      Refleksi dilakukan oleh guru dan siswa untuk memahami proses belajar yang sudah dilalui.

Contoh Penerapan Perangkat Ajar dalam Pembelajaran

Mari kita ambil contoh mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik “Mengenal Perasaan”.

  • Capaian Pembelajaran:
    Siswa mampu memahami kata dan kalimat yang menggambarkan perasaan serta mengekspresikannya secara lisan dan tulisan.
  • Tujuan Pembelajaran:
    1. Siswa dapat mengidentifikasi berbagai jenis perasaan seperti senang, sedih, dan marah.
    2. Siswa mampu menulis kalimat pendek yang menggambarkan perasaan mereka.
  • Kegiatan Belajar:
    Guru membacakan cerita berjudul “Aku Senang Hari Ini” kemudian mengajak siswa menceritakan pengalaman ketika mereka merasa bahagia. Selanjutnya, siswa menggambar ekspresi wajah yang sesuai dengan perasaannya.
  • Asesmen:
    Guru menilai kemampuan siswa dalam mengenali perasaan dan menulis kalimat sederhana.

Kegiatan ini sederhana namun bermakna, karena tidak hanya mengajarkan bahasa, tapi juga empati dan pengenalan diri.

Prinsip Pengembangan Perangkat Ajar

Dalam Kurikulum Merdeka, perangkat ajar dikembangkan dengan prinsip-prinsip berikut:

  1. Berpusat pada Siswa (Student-Centered Learning)
    Guru menjadi fasilitator yang memandu siswa untuk menemukan pengetahuan sendiri.
  2. Diferensiasi Pembelajaran
    Setiap anak memiliki cara dan kecepatan belajar berbeda. Guru perlu menyesuaikan pendekatan berdasarkan kebutuhan mereka.
  3. Kontekstual dan Autentik
    Materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
  4. Menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila
    Pembelajaran harus menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, mandiri, dan bernalar kritis.

Strategi Mengajar Kreatif untuk Kelas 2

Guru kelas 2 dituntut untuk mengajar dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak tidak cepat bosan. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan:

  1. Learning by Doing
    Anak belajar melalui praktik langsung, seperti menanam biji kacang saat belajar tentang pertumbuhan tumbuhan.
  2. Storytelling (Bercerita)
    Cerita membuat anak lebih mudah memahami nilai moral dan konsep pelajaran.
  3. Game-Based Learning
    Permainan edukatif seperti teka-teki huruf, papan kata, atau bingo angka membuat suasana kelas hidup.
  4. Pembelajaran Tematik Terpadu
    Menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema, misalnya tema “Lingkunganku” mencakup IPA, Bahasa Indonesia, dan PPKn sekaligus.

Peran Asesmen dalam Perangkat Ajar

Asesmen pada Kurikulum Merdeka bukan hanya alat mengukur hasil akhir, tetapi juga sarana untuk memahami proses belajar.
Guru dapat menggunakan beberapa jenis asesmen:

  • Asesmen Formatif: Dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi.
  • Asesmen Sumatif: Dilakukan di akhir tema atau semester untuk menilai capaian akhir.
  • Asesmen Diagnostik: Dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

Selain itu, penting juga melakukan refleksi diri bersama siswa agar mereka belajar mengenali kekuatan dan kelemahannya.

Manfaat Perangkat Ajar bagi Guru dan Siswa

Perangkat ajar bukan hanya kewajiban administrasi, tetapi juga alat bantu yang sangat bermanfaat:

  • Bagi guru, membantu menyiapkan pembelajaran lebih terstruktur dan terarah.
  • Bagi siswa, membantu mereka belajar lebih aktif dan mandiri.
  • Bagi sekolah, menjadi acuan evaluasi kualitas pembelajaran dan implementasi Kurikulum Merdeka.

Guru yang memanfaatkan perangkat ajar dengan baik akan lebih mudah menciptakan suasana kelas yang positif dan efektif.

Perangkat ajar Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka adalah panduan komprehensif untuk membantu guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, aktif, dan menyenangkan.

Dengan perangkat ajar yang baik, setiap aktivitas di kelas bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi pengalaman berharga yang menumbuhkan karakter, keterampilan, dan rasa ingin tahu siswa.

Melalui kolaborasi, kreativitas, dan semangat belajar, guru dapat menjadikan perangkat ajar sebagai alat untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan cinta belajar sepanjang hayat.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka