Perangkat Ajar Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka

websejarah.com – Tahun pertama sekolah dasar adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan anak. Di kelas 1 SD/MI, mereka mulai mengenal lingkungan belajar formal, belajar membaca, menulis, berhitung, dan berinteraksi sosial. Karena itu, guru memiliki peran besar dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran di kelas awal adalah perangkat ajar. Dokumen ini membantu guru merancang pembelajaran yang terarah, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, perangkat ajar dirancang lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan memberi ruang bagi kreativitas guru.

Download Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka

Untuk mendapatkan Perangkat Ajar Deep Learning Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:

  • PA dan BP ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Indonesia ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Inggris ( UNDUH DI SINI )
  • Bahasa Jawa ( UNDUH DI SINI )
  • PPKN ( UNDUH DI SINI )
  • PJOK ( UNDUH DI SINI )
  • Matematika ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Musik ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Tari ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Rupa ( UNDUH DI SINI )
  • Seni Teater ( UNDUH DI SINI )

Apa Itu Perangkat Ajar Kelas 1 SD/MI?

Perangkat ajar adalah kumpulan dokumen yang digunakan guru untuk memandu kegiatan belajar mengajar. Isinya mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, perangkat ajar mencakup beberapa komponen penting:

  1. Capaian Pembelajaran (CP) – menggambarkan kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa pada akhir fase.
  2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) – urutan tujuan pembelajaran yang tersusun secara logis dan sistematis.
  3. Modul Ajar – berisi kegiatan belajar, strategi, media, dan asesmen.
  4. Asesmen Pembelajaran – alat untuk menilai proses dan hasil belajar siswa.
  5. Refleksi Guru dan Siswa – kegiatan untuk menilai keberhasilan proses belajar dan menumbuhkan kesadaran diri.

Khusus untuk kelas 1 SD/MI, perangkat ajar biasanya terintegrasi antara Bahasa Indonesia, Matematika, PPKn, dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Pendekatan tematik ini membuat pembelajaran lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa kelas awal.

Tujuan Perangkat Ajar Kelas 1

Tujuan utama perangkat ajar adalah membantu guru:

  • Merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia 6–7 tahun.
  • Menumbuhkan minat belajar siswa melalui kegiatan aktif, bermain, dan eksplorasi.
  • Menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP) setiap fase.
  • Menilai perkembangan akademik dan non-akademik siswa secara utuh.

Kelas 1 merupakan bagian dari Fase A dalam Kurikulum Merdeka. Artinya, fokus pembelajaran bukan hanya pada akademik, tetapi juga perkembangan sosial emosional dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Komponen Utama Perangkat Ajar Kelas 1 SD/MI

Berikut komponen yang harus ada dalam perangkat ajar Kelas 1 Kurikulum Merdeka:

  1. Identitas Modul
    • Satuan Pendidikan: SD/MI
    • Fase: A (Kelas 1–2)
    • Alokasi Waktu: Disesuaikan dengan jam pelajaran
    • Tema: Misalnya “Diriku”, “Keluargaku”, atau “Lingkungan Sekitarku”.
  2. Profil Pelajar Pancasila
    Pembelajaran diarahkan untuk menumbuhkan nilai beriman, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Misalnya, saat tema “Kebersamaan di Rumah”, siswa belajar saling tolong-menolong dan menghargai perbedaan.
  3. Capaian Pembelajaran (CP)
    Mengacu pada dokumen Kemendikbudristek, CP Kelas 1 mencakup kemampuan membaca permulaan, berhitung dasar, mengenal lingkungan sekitar, serta menunjukkan sikap positif terhadap belajar.
  4. Tujuan Pembelajaran (TP)
    Contohnya:
    • Siswa dapat mengenal huruf vokal dan konsonan.
    • Siswa dapat menyebutkan anggota keluarga dan perannya.
    • Siswa dapat menghitung benda 1–10 dengan benar.
  5. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
    Menyusun urutan logis dari tujuan pembelajaran, mulai dari mengenal huruf, membaca kata, hingga menyusun kalimat sederhana.
  6. Kegiatan Pembelajaran
    Kegiatan dirancang aktif dan menyenangkan. Contohnya:
    • Menyanyi lagu “Aku Anak Indonesia” untuk mengenalkan konsep diri.
    • Menggambar anggota keluarga.
    • Bermain menghitung benda di sekitar kelas.
  7. Asesmen Pembelajaran
    Asesmen di kelas 1 dilakukan secara autentik, yaitu melalui observasi, penilaian proyek, atau unjuk kerja. Guru menilai sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa secara menyeluruh.
  8. Refleksi dan Umpan Balik
    Guru dan siswa bersama-sama merefleksikan pembelajaran. Misalnya, siswa diajak menjawab pertanyaan, “Apa yang paling kamu sukai hari ini?” atau “Apa yang ingin kamu pelajari besok?”.

Contoh Tema Perangkat Ajar Kelas 1 SD/MI

Dalam Kurikulum Merdeka, perangkat ajar kelas 1 bisa disusun berdasarkan tema agar pembelajaran lebih kontekstual. Berikut contoh tema dan topik yang umum digunakan:

  1. Diriku
    • Mengenal identitas diri (nama, alamat, hobi).
    • Mengenal anggota tubuh dan fungsinya.
    • Belajar menjaga kebersihan diri.
  2. Keluargaku
    • Mengenal anggota keluarga dan peran mereka.
    • Menghargai kebersamaan dan saling membantu.
  3. Sekolahku
    • Mengenal lingkungan sekolah dan aturan kelas.
    • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin.
  4. Lingkungan Sekitarku
    • Mengenal tetangga dan profesi di sekitar rumah.
    • Belajar peduli terhadap lingkungan dan kebersihan.
  5. Hewan dan Tumbuhan di Sekitarku
    • Mengenal jenis hewan peliharaan dan tanaman.
    • Menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.

Strategi Pembelajaran Aktif di Kelas 1

Guru perlu menyesuaikan strategi dengan karakteristik anak kelas awal yang suka bergerak, bermain, dan bercerita. Berikut beberapa strategi yang efektif:

  1. Learning by Playing (Belajar Sambil Bermain):
    Misalnya permainan tebak huruf, lomba berhitung, atau puzzle anggota tubuh.
  2. Storytelling (Bercerita):
    Guru bisa menceritakan kisah-kisah sederhana untuk menanamkan nilai moral dan kebiasaan baik.
  3. Project Based Learning:
    Siswa membuat mini-proyek seperti “Membuat Buku Keluargaku” atau “Menanam Biji Kacang Hijau”.
  4. Literasi dan Numerasi Terpadu:
    Menggabungkan kegiatan membaca dengan berhitung, misalnya menghitung jumlah huruf dalam nama mereka.
  5. Outdoor Learning:
    Mengajak siswa belajar di luar kelas untuk mengenal alam sekitar.

Asesmen Otentik di Kelas Awal

Menurut prinsip Kurikulum Merdeka, asesmen bukan sekadar angka di rapor, melainkan proses untuk memahami perkembangan anak. Bentuk asesmen otentik yang bisa digunakan antara lain:

  • Observasi Perilaku: Guru mencatat perilaku positif, seperti kerja sama atau rasa ingin tahu.
  • Portofolio: Kumpulan hasil karya siswa seperti gambar, tulisan, atau foto kegiatan.
  • Jurnal Harian Guru: Catatan reflektif guru terhadap kemajuan setiap anak.
  • Penilaian Diri dan Teman: Siswa diajak menilai diri sendiri secara sederhana, seperti “Aku sudah bisa menulis nama sendiri.”

Tips Menyusun Perangkat Ajar Kelas 1

  1. Gunakan Bahasa yang Sederhana:
    Rancang aktivitas dengan instruksi yang mudah dipahami anak usia dini.
  2. Integrasikan Nilai Karakter:
    Setiap aktivitas bisa menanamkan nilai seperti disiplin, empati, dan tanggung jawab.
  3. Sesuaikan dengan Kondisi Sekolah:
    Gunakan sumber belajar yang ada di sekitar, seperti benda alam, gambar, atau lagu daerah.
  4. Gunakan Teknologi secara Bijak:
    Misalnya, menayangkan video edukatif atau menggunakan aplikasi interaktif ringan.
  5. Libatkan Orang Tua:
    Guru dapat memberikan tugas rumah sederhana yang mendorong kerja sama antara anak dan orang tua.

Perangkat Ajar Sebagai Peta Jalan Pembelajaran

Perangkat ajar Kelas 1 SD/MI bukan sekadar kumpulan dokumen administratif, melainkan peta jalan bagi guru dalam mengantarkan siswa menapaki dunia belajar dengan bahagia.

Melalui perangkat ajar yang menarik, berpusat pada anak, dan penuh aktivitas bermakna, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan.

Kelas 1 adalah fondasi, dan perangkat ajar adalah pondasi pendukungnya. Saat guru mampu memadukan kreativitas, empati, dan strategi pembelajaran aktif, maka anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar menjadi manusia seutuhnya berpikir kritis, berkarakter, dan mencintai proses belajar sepanjang hayat.

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Sosiologi Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Teater Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Tari Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Rupa Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Seni Musik Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar Prakarya Deep Learning Kurikulum Merdeka