websejarah.com – Bayangkan seorang guru Sejarah berdiri di depan kelas, bukan hanya menilai siapa yang paling hafal tanggal proklamasi, tetapi siapa yang paling mampu memahami makna kemerdekaan itu sendiri. Itulah semangat Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam Kurikulum Merdeka.
KKTP hadir untuk mengubah cara guru menilai hasil belajar siswa. Penilaian tidak lagi berfokus pada angka semata, tetapi pada sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Dalam konteks mata pelajaran Sejarah Kelas 10 SMA/MA, KKTP menjadi instrumen penting untuk menilai kemampuan berpikir historis, analitis, dan reflektif siswa.
Untuk mendapatkan Perangkat ajar Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Sejarah untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
KKTP adalah tolak ukur ketercapaian kompetensi siswa terhadap tujuan pembelajaran tertentu. Menurut Kemendikbudristek (2023), KKTP berfungsi sebagai panduan bagi guru untuk menilai seberapa baik peserta didik memahami konsep, fakta, dan nilai dari materi yang diajarkan.
Dalam pembelajaran Sejarah, KKTP menilai bukan hanya pemahaman terhadap peristiwa masa lalu, tetapi juga kemampuan mengaitkannya dengan konteks kehidupan masa kini. Dengan kata lain, KKTP menilai pemahaman bermakna (meaningful understanding).
Contoh sederhana:
Tujuan pembelajaran “Siswa mampu menganalisis pengaruh kolonialisme terhadap kehidupan sosial dan ekonomi Indonesia” akan memiliki KKTP yang menjelaskan tingkat kemampuan siswa, mulai dari memahami hingga mampu menganalisis secara kritis.
KKTP tidak sekadar formalitas administratif. Ia memiliki fungsi strategis dalam keseluruhan proses pembelajaran, antara lain:
KKTP biasanya disusun dalam format tabel yang mencakup unsur-unsur berikut:
Format KKTP memudahkan guru menilai siswa berdasarkan proses dan hasil belajar, bukan sekadar hasil akhir.
Berdasarkan dokumen resmi Kemendikbudristek, Capaian Pembelajaran (CP) Sejarah Fase E meliputi kemampuan siswa untuk:
Capaian inilah yang menjadi dasar guru menyusun Tujuan Pembelajaran (TP), yang kemudian diturunkan lagi menjadi KKTP.
Berikut contoh KKTP yang relevan dengan salah satu tujuan pembelajaran di kelas 10:
Topik: Peradaban Awal Dunia dan Pengaruhnya terhadap Indonesia
Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu menjelaskan perkembangan peradaban awal manusia dan menganalisis pengaruhnya terhadap kebudayaan Nusantara.
| Level Ketercapaian | Deskripsi Kemampuan Siswa |
|---|---|
| Sangat Baik (90-100) | Siswa mampu menjelaskan peradaban awal secara runtut, membandingkan dengan peradaban lokal Nusantara, serta menunjukkan bukti arkeologis secara akurat. |
| Baik (75-89) | Siswa mampu menjelaskan perkembangan peradaban awal dan mengaitkannya dengan kebudayaan Nusantara secara umum. |
| Cukup (60-74) | Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri peradaban awal dunia namun belum mampu menganalisis kaitannya dengan Nusantara. |
| Perlu Bimbingan (<60) | Siswa hanya mampu mengingat sebagian kecil fakta peradaban tanpa pemahaman konteks historis. |
Melalui tabel seperti ini, guru dapat dengan mudah memberikan nilai berdasarkan kualitas pemahaman, bukan hanya jumlah jawaban benar.
Menyusun KKTP memerlukan ketelitian agar sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Berikut langkah-langkah yang disarankan:
KKTP tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dasar ilmiah. Menurut teori Taksonomi Bloom Revisi (Anderson & Krathwohl, 2001), kemampuan kognitif siswa dapat diukur dari tingkat:
Dalam pembelajaran Sejarah, KKTP idealnya menilai hingga tingkat menganalisis dan mengevaluasi, karena sejarah menuntut kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Kurikulum Merdeka menekankan asesmen autentik, yakni penilaian yang mencerminkan situasi nyata. KKTP menjadi dasar dalam pelaksanaan asesmen tersebut.
Contoh bentuk asesmen autentik yang sesuai dengan KKTP Sejarah:
Dengan asesmen seperti ini, guru dapat menilai lebih dalam aspek pemahaman dan keterampilan berpikir siswa.
Guru adalah penggerak utama penerapan KKTP di kelas. Dalam Kurikulum Merdeka, peran guru tidak lagi sekadar evaluator, melainkan fasilitator dan pendamping belajar.
Guru perlu memastikan:
Seperti yang ditegaskan oleh Direktorat SMA (2024), guru sejarah diharapkan mampu menggunakan KKTP sebagai alat refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai alat administratif semata.
Pada akhirnya, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) bukan hanya tentang menilai kemampuan kognitif siswa, tetapi juga menilai kesadaran historis mereka sebagai bagian dari bangsa yang besar.
KKTP Sejarah Kelas 10 SMA/MA membantu guru memastikan bahwa setiap siswa tidak sekadar mengenal sejarah, tetapi mampu memaknai dan mengaitkannya dengan kehidupan masa kini.
Dengan penyusunan KKTP yang terencana dan reflektif, guru sejarah berperan penting dalam membentuk generasi muda yang kritis, berkarakter, dan bangga terhadap jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.