Suku bangsa

Bentuk desa dan rumah suku Minangkabau

Desa-desa di daerah Minangkabau disebut nagari, kadang-kadang terdiri dari bagian utama, yaitu : 1. Nagari yaitu daerah kediaman ulama sebagai pusat sebuah desa. Letaknya dalam sebuah desa, biasanya ditentukan oleh adanya : sebuah masjid, sebuah balai adat dan sebuah pasar. Balai adat dipergunakan untuk sidang-sidang adat. 2. Taratak ialah bagian desa yang berupa hutan dan […]

Daerah suku Minangkabau

Daerah suku Minangkabau beserta kebudayaannya kira-kira seluas daerah propinsi Sumatera Barat sekarang ini dikurangi kepulauan Mentawai. Secara tradisional daerah Minangkabau dapat terbagi kedalam 3 luhak (kabupaten), yaitu : Tanah Data, Agam, dan Limo Pulueh Koto, kadang-kadang ditambah dengan Solok. Kecuali pembagian seperti di atas, pada umumnya orang Minangkabau mencoba menghubungkan keturunan mereka dengan suatu tempat […]

Sistem religi Suku Batak

Di wilayah Batak telah dipengaruhi oleh beberapa agama, yaitu agama Islam dan Kristen Protestan. Agama Islam masuk di Minangkabau sejak tahun 1810 dan sekarang dianut oleh sebagian besar dari orang Batak selatan (Mandailing dan Angkola). Sedangkan agama Kristen disiarkan ke daerah Toba dan Simalungun dan oleh misionaris dari Jerman sejak tahun 1863 dan ke daerah […]

Sistem kemasyarakatan suku Batak

Stratifikasi orang Batak dalam kehidupan sehari-hari didasarkan 3 prinsip, yaitu : 1. Perbedaan tingkat umur Hal ini tampak jelas dengan adanya perbedaan hak dan kewajiban terutama dalam upacara adat, dan musyawarah kekerabatan, contohnya : Dalam hal menentukan upacara adat atau urusan kekerabatan, hanya para tua-tua yang berhak mengajukan saran-saran dan mengambil keputusan. Kelompok setengah baya […]

Sistem kekerabatan suku Batak

Perkawinan bagi orang Batak adalah suatu pranata, karena menyangkut masalah kekerabatan antara kedua belah pihak. Kerabat dari si lelaki disebut sipempokan (Karo) atau peranak (Toba), dan kerabat dari si wanita disebut sinereh (Karo) atau parboru (Toba). Menurut adat kuno, seorang lelaki batak tidak bebas dalam hal memilih jodohnya. Seorang lelaki Batak sangat pantang kawin dengan […]

Sistem ekonomi suku Batak

Dahulu, sebagian besar orang Batak hidup dari bercocok tanam pada sawah-sawah, tegalan dan huma (ladang). Yang ditanam adalah padi, palawija, sayuran dan buah-buahan. Padi hanya dapat panen sekali dalam setahun, karena irigasinya belum teratur dan kontinyu. Dalam peladangan orang masih sering membuka hutan dan membakar sisa-sisa kayu dan rantingnya. Sebagian juga ada yang menanam kopi. […]

Penduduk dan pola desa Suku Batak

Pada sensus tahun 1930 jumlah orang Batak di Sumatera Utara diperkirakan 700.000 – 10.000 orang (tidak termasuk yang merantau). Kemudian pada tahun 1968 penduduk beberapa kabupaten di Sumut yang dominan terdiri dari orang Batak telah menjadi kurang lebih 2.806.999 orang. Sebagian besar orang Batak masih tinggal di pedesaan. Dikalangan orang Batak ada beberapa pengertian yang […]

Letak wilayah dan sub suku batak

Sebagian besar dari suku Batak mendiami daerah pegunungan Sumatera Utara, mulai dari perbatasan dengan D.I. Aceh sampai ke perbatasan dengan Riau dan Sumatera Barat. Suku Batak juga mendiami tanah datar antara daerah pegunungan dengan pantai Timur Sumatera Utara dan Pantai Barat di Sumatera Utara. Dengan demikian, maka suku Batak itu mendiami daerah Dataran Tinggi Karo, […]

Sistem religi suku Aceh

Menurut sejarahnya, Aceh adalah daerah di Indonesia yang pertama kali masuk agama Islam yang dapat berkembang subur, sehingga berhasil membentuk masyarakat Islam yang kuat dan patuh menjalankan ajaran-ajaran Islam hingga sekarang. Karena itu, segala tingkah laku masyarakat harus disesuaikan dengan unsur-unsur agama/syariah Islam. Agama Islam lebih menonjol dalam segala bentuk dan manifestasinya di dalam masyarakat, […]

Sistem kemasyarakatan Suku Aceh

Struktur masyarakat suku Aceh yang lama didasarkan atas kesatuan-kesatuan teritorial, dari bentuk terkecil sampai dengan terbesar dengan urut-urutan sebagai berikut : 1. Gampong : atau desa 2. Mukim, yaitu gabungan dari desa-desa (lebih bercorak agama). 3. Daerah Ulee Balang (distrik), yaitu gabungan dari mukim-mukim. 4. Daerah Sague (sagi), yaitu gabungan dari mukim-mukim yang lebih luas […]

Lihat Postingan Lainnya