websejarah.com – “Sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tapi tentang memahami siapa kita hari ini.” Kalimat itu sering diucapkan guru sejarah yang benar-benar mencintai ilmunya. Di era Kurikulum Merdeka, pembelajaran sejarah tidak lagi berfokus pada hafalan, tetapi pada pemahaman makna dan refleksi nilai-nilai kebangsaan.
Capaian Pembelajaran (CP) menjadi dasar dari perubahan ini. Untuk kelas 10 SMA/MA, CP Sejarah dirancang agar peserta didik mampu berpikir kritis, memahami peristiwa sejarah secara kronologis, serta mengaitkannya dengan kehidupan sosial, politik, dan budaya saat ini.
Mari kita bahas secara lengkap bagaimana CP Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka memberi arah baru bagi pendidikan sejarah di Indonesia.
Download Capaian Pembelajaran (CP) Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru
Untuk mendapatkan Perangkat ajar Capaian Pembelajaran (CP) Sejarah untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
Apa Itu Capaian Pembelajaran (CP) Sejarah?
Capaian Pembelajaran (CP) adalah deskripsi kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase pembelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, CP menggantikan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum sebelumnya.
Untuk mata pelajaran Sejarah, CP dirancang agar siswa:
- Mampu memahami kronologi sejarah dan perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia.
- Dapat menafsirkan peristiwa sejarah menggunakan berbagai sumber dan pendekatan ilmiah.
- Menumbuhkan kesadaran sejarah dan identitas kebangsaan.
CP Sejarah Kelas 10 termasuk dalam Fase E, yaitu fase awal pendidikan menengah. Di sini, siswa mulai memperluas wawasan sejarah, tidak hanya tentang Indonesia, tetapi juga tentang peradaban dunia dan interaksi antarbangsa.
Struktur Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 10
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan bahwa CP Sejarah Fase E mencakup tiga ranah utama: pengetahuan, keterampilan berpikir historis, dan nilai-nilai karakter.
Berikut penjelasan detailnya:
- Pemahaman Kronologi dan Perubahan
Siswa diharapkan memahami perjalanan panjang peradaban manusia, mulai dari zaman prasejarah, kerajaan-kerajaan besar di dunia, hingga perkembangan masyarakat Indonesia klasik. Contohnya:
- Menjelaskan perubahan sosial dan budaya pada masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia.
- Mengidentifikasi hubungan antara perdagangan dan perkembangan kota pelabuhan Nusantara.
- Analisis Sumber Sejarah
Peserta didik dilatih untuk menggunakan sumber sejarah seperti prasasti, artefak, naskah kuno, maupun sumber digital. Mereka belajar menilai keaslian, makna, dan relevansi sumber tersebut. Misalnya:
- Membandingkan sumber sejarah lokal dan nasional.
- Menulis laporan sederhana tentang peninggalan sejarah di daerahnya.
- Kesadaran Sejarah dan Nilai Kebangsaan
CP Sejarah tidak hanya menumbuhkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter. Siswa diharapkan memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya dan menghargai perjuangan pendahulu. Contoh capaian:
- Menunjukkan sikap menghormati keberagaman dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengaitkan nilai persatuan dalam sejarah dengan konteks kehidupan modern.
Tujuan Pembelajaran Sejarah Kelas 10
Dari CP tersebut, guru dapat menurunkan Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik. Tujuan ini menjadi panduan harian dalam proses mengajar.
Contoh Tujuan Pembelajaran Sejarah Kelas 10:
- Peserta didik dapat menjelaskan tahapan perkembangan peradaban manusia dari prasejarah hingga abad pertengahan.
- Peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi munculnya kerajaan besar di Indonesia.
- Peserta didik dapat menyusun laporan hasil observasi terhadap peninggalan sejarah daerah.
- Peserta didik menunjukkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia melalui refleksi pribadi.
Dengan tujuan seperti ini, pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Materi Pokok Berdasarkan CP Sejarah Kelas 10
Berikut ringkasan materi pokok yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Fase E:
- Manusia dan Sejarah
- Pengertian dan ruang lingkup sejarah
- Prinsip berpikir kronologis dan sebab-akibat
- Sumber sejarah dan cara pengolahannya
- Peradaban Awal Dunia
- Peradaban Mesopotamia, Mesir, Indus, dan Tiongkok Kuno
- Nilai-nilai kemanusiaan dan teknologi pada peradaban kuno
- Pengaruh peradaban kuno terhadap dunia modern
- Perkembangan Peradaban di Indonesia
- Masa prasejarah dan bukti arkeologis Nusantara
- Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia
- Hubungan perdagangan dan kebudayaan antarwilayah
- Interaksi Indonesia dengan Dunia
- Jalur rempah dan perdagangan internasional
- Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara
- Dampak kolonialisme dan perlawanan rakyat
Materi-materi ini bukan untuk dihafal, tetapi untuk dianalisis melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif.
Strategi Guru Mengimplementasikan CP Sejarah
Guru memiliki peran penting dalam menerjemahkan CP menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Berikut strategi efektif yang bisa diterapkan:
- Pendekatan Inkuiri Historis
Guru dapat mengajak siswa meneliti peristiwa sejarah secara mandiri dengan menggunakan berbagai sumber. Misalnya, membuat mini riset tentang peninggalan sejarah lokal seperti candi, masjid tua, atau naskah kuno.
- Project Based Learning (PjBL)
Siswa diajak membuat proyek sejarah seperti pameran digital “Jejak Peradaban Nusantara” atau video dokumenter tentang sejarah kota mereka.
- Pembelajaran Kontekstual
Guru mengaitkan peristiwa masa lalu dengan isu masa kini, seperti toleransi, keragaman budaya, atau nasionalisme di era global.
- Diskusi dan Debat Sejarah
Aktivitas ini melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Contoh topik debat: “Apakah kolonialisme membawa kemajuan atau kemunduran bagi Indonesia?”
- Pemanfaatan Teknologi dan AI
Pembelajaran sejarah semakin menarik dengan bantuan teknologi. Guru dapat menggunakan Google Earth untuk melihat situs sejarah, atau ChatGPT untuk eksplorasi data sejarah dengan pendekatan naratif.
Asesmen Berbasis Capaian Pembelajaran
Kurikulum Merdeka menekankan asesmen autentik, yaitu penilaian yang menilai proses berpikir dan keterampilan siswa, bukan hanya hasil akhir.
Bentuk asesmen yang sesuai CP Sejarah Kelas 10 antara lain:
- Asesmen Formatif
Dilakukan selama proses belajar, seperti kuis reflektif, diskusi kelompok, dan jurnal belajar.
- Asesmen Sumatif
Digunakan di akhir unit pembelajaran untuk menilai pencapaian kompetensi. Bisa berupa tes analisis sumber sejarah atau esai terbuka.
- Proyek Sejarah
Siswa diminta membuat karya berbasis riset sejarah, seperti poster digital atau peta interaktif peradaban dunia.
- Refleksi Diri
Peserta didik menulis pengalaman pribadi tentang bagaimana sejarah memengaruhi cara pandang mereka terhadap kehidupan dan bangsa.
Contoh Implementasi Capaian Pembelajaran
Topik: Peradaban Awal Dunia
- Capaian Pembelajaran: Siswa memahami perkembangan peradaban Mesir dan kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan modern.
- Kegiatan:
- Menonton video dokumenter singkat tentang Mesir Kuno.
- Diskusi kelompok tentang pengaruh piramida terhadap arsitektur modern.
- Siswa membuat infografis digital tentang peradaban kuno dunia.
- Asesmen: Laporan kelompok dan refleksi individu.
Dengan aktivitas seperti ini, siswa tidak hanya belajar sejarah tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif.
Kesimpulan: Belajar Sejarah untuk Menjadi Warga Dunia yang Berkarakter
Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 10 SMA/MA dalam Kurikulum Merdeka dirancang bukan sekadar untuk mengingat masa lalu, tetapi untuk memahami makna keberadaan kita sebagai bangsa.
Melalui CP, guru dan siswa diajak untuk:
- Menggali nilai-nilai luhur dari sejarah.
- Mengembangkan kemampuan berpikir historis.
- Menumbuhkan karakter kebangsaan yang kokoh di tengah arus globalisasi.
Generasi Z hari ini hidup di era digital yang serba cepat. Namun, dengan pemahaman sejarah yang kuat, mereka dapat melangkah ke masa depan tanpa kehilangan jati diri. Seperti kata Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
Maka dari itu, Capaian Pembelajaran Sejarah bukan hanya panduan akademik, tetapi juga kompas moral untuk membangun masa depan Indonesia yang berakar pada sejarah dan nilai-nilai luhur bangsanya.
Post Views: 132