3 penyebab Perang Kemerdekaan Amerika

Sejak abad ke-17 telah terjadi perebutan kekuasaan antara Prancis, Inggris dan Belanda di Amerika Utara. Inggris berhasil merebut New Amsterdam pada tahun 1674, yang kemudian mengubah namanya menjadi New York.
Setelah Perang Tujuh Tahun antara Inggris dan Prancis tahun 1756-1763, akhirnya Inggris berhasil merebut Kanada dan Louisiana. Akibat perang tersebut Prancis meninggalkan Amerika, sedangkan Inggris berkuasa sebagai penjajah di Amerika.

Gambar ilustrasi 3 penyebab Perang Kemerdekaan Amerika

Perang antara rakyat Amerika dan Inggris terjadi pada tahun 1774. Perang tersebut dikenal dengan istilah Perang Kemerdekaan Amerika. Faktor penyebab Perang Kemerdekaan Amerika adalah sebagai berikut :

1. Pendiri koloni Amerika adalah pelarian-pelarian dari Inggris

Koloni Amerika didirikan oleh para pelarian Inggris yang tidak dapat menahan segala bentuk pemaksaan dari pemerintah Inggris, termasuk pemaksaan dalam hal agama. Raja Inggris memaksakan rakyatnya untuk menganut agama “Kristen Anglikan” dan melarang agama selain agama tersebut. Rakyat yang tidak tahan dengan paksaan tersebut kemudian melarikan diri dari Inggris ke Amerika.

2. Berkembangnya paham kebebasan dalam perdagangan

Pemerintah Inggris yang merasa berkuasa atas koloni Amerika memerintahkan agar hasil bumi yang berasal dari Amerika dijual kepada Inggris. Selain itu, penduduk di daerah koloni itu pun diwajibkan membeli barang-barang hasil industri Inggris saja. Paham kebebasan dalam perdagangan menyebabkan rakyat koloni Amerika menolak aturan pemerintah Inggris tersebut dan menghendaki kebebasan dalam perdagangan.

3. Kekosongan kas pemerintah Inggris setelah Perang Tujuh Tahun

Akibat Perang Tujuh Tahun dengan Prancis, Inggris mengalami kerugian yang sangat besar. Dalam rangka menutup kerugian tersebut, Inggris memberlakukan pajak yang berat. Ketentuan tentang pajak tersebut dituangkan dalam “Revenue Act” dan “Billeting Act” tahun 1764. Undang-undang tersebut ditentang keras oleh rakyat koloni Amerika yang dipimpin oleh Samuel Adams. Mereka bersemboyan bahwa “tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan”.

Baca juga:

Kunjungi: Sejarah Dunia Lainnya

Nama asli saya Supriyadi dan populer Supriyadi Pro. Saya seorang Expert wordpress developer freelancer, content writer, editor. Memiliki minat besar pada dunia teknologi, sains, seni budaya, social media, dan blogging. Saya kelahiran suku Jawa, di Wonogiri, Jawa Tengah yang ahli bahasa Jawa dan seni gamelan. Silahkan hubungi saya lewat laman yang telah disediakan atau kunjungi website profil saya di https://supriyadipro.com

Artikel Terkait
Memahami Etos Post Modern: Nilai, Ciri, dan Dampaknya dalam Masyarakat Kontemporer

Memahami Etos Post Modern: Nilai, Ciri, dan Dampaknya dalam Masyarakat Kontemporer

Hikayat Tanah Hindia: Menelusuri Jejak Sejarah Nusantara dalam Lintasan Waktu Kolonial

Hikayat Tanah Hindia: Menelusuri Jejak Sejarah Nusantara dalam Lintasan Waktu Kolonial

100 Pertanyaan dan Jawaban seputar Agama

100 Pertanyaan dan Jawaban seputar Agama

100 pertanyaan dan jawaban filsafat

100 pertanyaan dan jawaban filsafat

38 Soal dan Jawaban Pilihan Ganda Sejarah Dunia

38 Soal dan Jawaban Pilihan Ganda Sejarah Dunia

100 pertanyaan sejarah dunia lengkap jawabannya

100 pertanyaan sejarah dunia lengkap jawabannya

Artikel Populer
Daftar 38 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya Terbaru
Kalender Jawa Desember 2025: Weton, Pasaran, dan Hari Baik
Zaman Penjajahan di Indonesia: Sejarah, Dampak, dan Perjuangan Menuju Kemerdekaan
Kerajaan Kutai: Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya (Abad ke-4 M)
Kerajaan Majapahit (Abad ke-13 M – 15 M): Sejarah, Kejayaan, dan Peninggalannya