Karena bumi Cina mengandung bahan tambang, maka barang-barang tambang diolah untuk kebutuhan hidup masyarakatnya. Misalnya : perhiasan, perabot rumah tangga dan alat-alat senjata.

Masyarakat Cina mengenal ilmu perbintangan, maka muncul pula sistem penanggalan atau kalender
Raja Cina yang tertua adalah Kaisar Huang-Ti (2697 SM). Penggantinya bernama Yao kemudian Sun, lalu Yu yang menjadikan kerajaan bernama HSIA dan sistem pemerintahan turun-temurun, antara lain Dinasti :
1. Hsia (1766 SM) : dinasti ini tidak meninggalkan prasasti, sehingga disebut zaman Proto sejarah.
2. Chou (221 SM) : Sebagai peletak dasar sistem pemerintahan feodalis.
3. Chin (206 SM) : ditandai dengan munculnya ajaran dari guru besar dinasti Cjou.
4. Han (78 SM) : pemerintahannya didasarkan pada ajaran bahwa setiap orang yang ingin menjadi pegawai negeri harus diuji lebih dahulu.
5. Tang (907 M) : pendiri dinasti ini adalah Lhi Sin Min.
Tindakan-tindakannya antara lain :
a. mengeluarkan undang-undang tentang pembagian tanah
b. membuat peraturan pajak
c. membagi kerajaan menjadi 10 propinsi
Sifat pemerintahannya adalah desentralisasi, artinya daerah yang berada dibawah kekuasaannya dijadikan daerah otonomi.
6. Sung (960 M) : pendiri dinasti ini adalah Sung Tai Tsu. Perkembangannya dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan.
7. Yuan (abad ke-12) : penguasa 1 pada tahun 1260 adalah Khubilai Khan di Mongol yang meneruskan usaha perluasan wilayah ke Jepang dan ke Indonesia.
Filsafat dinasti Chou berhasil meletakkan dasar-dasar kehidupan yang berpengaruh, seperti ajaran-ajaran :
1. Taoisme adalah ajaran Lao Tse yang berisi semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal yaitu Tao.
2. Konfusianisme adalah ajaran yang berisi segala bencana yang terjadi di dunia disebabkan manusia.
Baca juga: