Museum Balanga menyimpan benda-benda bersejarah, diantaranya adalah senjata tradisional Kalimantan Tengah yang unik seperti : Sumpit, Duhung dan Mandau. Berikut ini penjelasan secara rinci ketiga Senjata Tradisional tersebut :
Sumpit adalah bahasa Kalimatan Tengah untuk menyebut nama Sipet, yaitu senjata tradisional yang dipakai untuk berburu, perang terbuka maupun sebagai senjata gerilya. Pemakaan sumpit adalah dengan cara meniup.
Ditinjau dari segi pemakaiannya Sumpit atau sipet tersebut mempunyai kelebihan tersendiri karena bisa dipakai sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahannya yang alami. Dan diantara keunggulan sumpit atau sipet ini mempunyai ketepatan atau akurasi tembakan yang bisa mencapai 200 meter.
![]() |
| Sumpit / Sipet Senjata Tradisional Kalimantan Tengah |
Hal tersebut bertujuan agar anak sumpit bisa melesat dengan lurus atau sebagai penyeimbang saat lepas dari buluh. Sementara ujung lainnya runcing dan umumnya diberi racun yang sangat mematikan binatang buruan.
Racun ini dibuat dari getah tumbuh-tumbuhan hutan yang sampai sekarang belum ditemukan penawar racunnya. Sumpit dipakai dengan cara ditiup. Kekuatan napas penyumpit sangat menentukan seberapa jauh jarak anak sumpit bisa melesat menuju sasarannya.
Pada bagian pangkal sumpit umumnya lebih besar, pada bagian tersebut anak sumpit dimasukkan kemudian ditiup. Antara buluh sumpit dan anak sumpit saling ketergantungan/saling mendukung. Meskipun buluhnya bagus tetapi tetapi jika anak sumpitnya dibuat sembarangan maka hasilnya juga kurang memuaskan demikian pula sebaliknya.
Panjang sumpit harus sesuai dengan tinggi badan orang yang menggunakannya untuk mencapai sasaran yang tepat dan kuat bernapas, Bagian yang paling utama pada sumpit, selain batang sumpit adalah pelurunya atau anak sumpitnya yang disebut damek.
Ujung anak sumpit berbentuk runcing, pada bagian pangkal belakang ada sejenis gabus dan semacam dahan pohon agar anak sumpit bisa melesat dengan cepat saat menuju sasaran. Racun damek oleh etnis Dayak Lundayeh disebut parir. Racun yang sangat mematikan tersebut adalah campuran dari berbagai getah pohon, ramuan tumbuhan dan binatang berbisa seperti ular dan kalajengking.
Duhung diyakini masyarakat suku Dayak sebagai senjata yang paling tua. Pada mulanya orang yang mempunyai senjata ini adalah Raja Sangen, Raja Sangiang, dan Raja Bunu yang diyakini sebagai leluhur suku Dayak.
![]() |
| Duhung (Dohong) Senjata Tradisional Kalimantan Tengah |
Senjata berukuran antara 50-75 cm.d Pada jaman dahulu Duhung dipakai sebagai alat berburu atau bercocok tanam. Dalam perkembangannya, pada saat ini Duhung tidak lagi digunakan sebagai senjata melainkan sebagai benda pusaka yang dipajang atau dikoleksi.
Mandau adalah senjata tradisional khas suku dayak di Kalimantan, termasuk suku dayak yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Senjata ini sejenis parang dengan hiasan ukiran pada bagian bilahnya yang tidak tajam. Kata Mandau sendiri berasal dari kata “Man” yang berarti salah satu suku di china bagian selatan dan “dao” yang berarti golok dalam bahasa china.
![]() |
| Mandau Senjata Tradisional Kalimantan Tengah |
Demikian pembahasan mengenai Senjata Tradisional Kalimantan Tengah, semoga menambah pengetahuan kita akan kekayaan budaya Indonesia khususnya senjata tradidional.
Silakan menambah wawasan Anda tentang kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang lainnya dengan membaca artikel bertema Pakaian Adat Kalimantan Tengah.
Untuk mengenal wilayah provinsi Kalimantang Tengah secara geografis, silakan menyimak Peta Kalimantan Tengah.
Terimakasih atas kunjungan Anda.