Keputusan ini tentu saja kecaman dari dunia internasional. Untuk itu, mungkin ini ada manfaatnya bagi pembaca untuk mengetahui bagaimana perjalanan sejarah awal Yerusalem. Tulisan selengkapnya silahkan kunjungi: Kota Lama Yerusalem
Dalam Kitab Injil dijelaskan, sebelumnya Raja Daud menguasai Yerusalem pada abad 11 Sebelum Masehi kota merupakan rumah bagi Yebus. Siapakah Yebus? Menurut Alkitab Ibrani, Yebus adalah suku Kanaan yang mendiami sekaligus mendirikan Yerusalem sebelum penaklukkan oleh Raja Daud.
Kitab para raja menyebutkan bahwa Yerusalem dikenal sebagai Yebus sebelum peristiwa tersebut. Menurut beberapa kronologi Alkitab, Yerusalem ditaklukkan kembali oleh Raja Daud pada tahun 1003 SM, dan dari sumber lain ada yang menyebutkan 869 SM.
Kitab Injil juga menggambarkan bahwa kota tersebut sebagai kota tangguh yang memiliki tembok kota yang kuat. Yerusalem dibangun oleh Raja Dawud, yang lebih dikenal sebagai Ir David, atau Kota Daud. Di bangun di sebelah tenggara tembok Kota Lama, diluar dari kawasan Gerbang Dung.
Putra dari Sulaiman memperluas benteng kota sekitar tahun 440 SM, saat periode Kekaisaran Persia, Nehemia kembali dari Babilonia dan membangun kembali kota ini. Tahun 41-44 Sebelum Masehi, Agrippa, raja Yudea, membangun sebuah tembok kota baru yang dikenal sebagai “Tembok Ketiga”.
Setelah pengepungan Yerusalem, Sophronius menyambut Umar bin Khattab, karena menurut ramalan Kitab Injil dikatakan diketahui ke gereja di Yerusalem, ada seorang lelaki miskin namun kuat, akan datang sebagai pelindung dan beresekutu dengan orang Kristen Yerusalem.
Sophronius percaya bahwa Umar, seorang penakluk yang besar dan pemimpin kehidupan yang keras, seperti yang dikatakan dalam ramalan tersebut.
Menurut cerita dari Patriarkh Aleksandria, Eutychius, ia mengatakan bahwa Umar dipersilahkan mengunjungi Church of the Holy Sepulchre dan duduk di halaman depan gereja tersebut. Ketika waktu shalat tiba, Umar pun meninggalkan gereja dan melaksanakan shalat di dekat kemahnya sendiri.
Umar mengkhawatirkan generasi masa depan muslim yang menghalalkan shalat di dalam gereja ataupun dalam tempat ibadah agama lain selain masjid. Menurut Eutychius Umar juga menulis sebuah surat perintah yang isinya beliau percayakan kepada Patriarkh, yang pada intinya melarang Muslim berkumpul untuk shalat dalam bangunan ini.
Baca juga: Perluasan wilayah Islam masa Umar bin Khattab
Tahun 1099, Yerusalem dikuasai oleh tentara Kristen Barat pada Perang Salib Pertama. Pada tanggal 2 Oktober 1187 diambil kembali dari tangan tentara Kristen Barat kembali kepada kekuasaan Arab Muslim, dibawah pimpinan Salahuddin al-Ayyubi, .
Namun, kemudian Dia memanggil kaum Yahudi dan mengizinkan mereka untuk menempati kembali kota Yerusalem. Tahun 1219, tembok kota hancurkan oleh Sultan Damaskus, Mu’azzim. Tahun 1229, melalui perjanjian dengan Mesir, Yerusalem berada di tangan Frederick II dari Jerman.
Baca juga: Awal Sejarah Yahudi 3800 Tahun Yang Lalu
Tahun 1239 dia mulai membangun kembali tembok kota. Tetapi, inipun tak berlangsung lama, karena akhirnya dihancurkan oleh Da’ud, emir Kerak. Tahun 1243, Yerusalem kembali di tangan orang-orang Kristen, dan tembok kota kembali diperbaiki. Kharezmian Tatar sampai di kota Yerusalem pada tahun 1244 dan Sultan Malik al-Muattam merobohkan tembok kota kembali.
Tembok kota Yerusalem yang ada saat ini dibangun oleh sultan Kesultanan Utsmaniyah, Sulaiman yang Agung pada tahun 1535-42. Tembok tersebut sepanjang 45 km, dengan ketinggian antara 5 sampai 15 meter, dengan ketebalan 3 meter pada bagian dasar tembok.
Tembok Kota Lama memiliki 35 (tiga puluh lima) buah menara, 15 (lima belas) diantaranya berada di bagian utara. Tembok Sulaiman memiliki 6 (enam) buah gerbang, yang ke-7, Gerbang Baru, dibangun pada tahun 1887.
Tahun 1980, Negara Yordania mengusulkan Kota Lama sebagai bagian dari daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dan Kota Lama ditambahkan kedalam daftar pada tahun 1981. Pada tahun 1982, Yordania mengusulkan Kota Tua didaftarkan menjadi Daftar Situs Warisan Dunia dalam Bahaya.
Namun, pemerintah Amerika Serikat menentang usulan tersebut, dengan alasan nominasi tersebut tidak diizinkan oleh pemerintah Israel. Tahun 2011, UNESCO mengeluarkan sebuah pernyataan mengulangi pertanyaan tentang pandangan ini bahwa Yerusalem Timur adalah “bagian dari yang diduduki Teritori Palestina, dan bahwa status Yerusalem harus diselesaikan dalam status negosiasi yang permanen. (Wikipedia Bebas)
Berikut adalah Daftar Tahun Bersejarah Yerusalem.
Baca juga: Sejarah Negara Israel