Prasasti Canggal, 732 M
Kemudian Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna) yang sangat ahli dalam peperangan. Sanna dan Sanjaya disebutkan juga dalam Carita Parahyangan sebuah kitab yang mengisahkan tentang kerajaan Pasundan.
Dalam kitab tersebut dikisahkan bahwa Sanna dikalahkan oleh Purbasora dari Galuh dan menyingkir ke Merapi.
![]() |
| Prasasti Canggal di Gunung Wukir |
Tetapi penggantinya, Sanjaya berhasil menaklukkan Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Mendirikan sebuah lingga yang disebut dalam Prasasti Canggal, lambang mendirikan kerajaan. Sehingga Sanjaya diangap sebagai pendiri kerajaan Mataram Hindu.
Prasasti Mantyasih (Kedu)
- Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
- Sri Maharaja Rakai Panangkaran
- Sri Maharaja Rakai Panunggalan
- Sri Maharaja Rakai Warak
- Sri Maharaja Rakai Garung
- Sri Maharaja Rakai Pikatan
- Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
- Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
- Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung
Prasasti Kalasan, 778 M
Ditulis dengan huruf pra-nagari dalam bahasa Sansekerta. Isi : “para guru telah berhasil membujuk Tejahpurana Panangkarana untuk mendirikan bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta.” Bangunan tersebut adalah Candi Kalasan di sebelah timur Yogyakarta.
Nama Tejahpurana Panangkarana adalah nama Rakai Penangkaran, pengganti Sanjaya seperti disebutkan dalam Prasasti Mantyasih. Berdasarkan prasasti ini dapat diketahui bahwa Rakai Penangkaran tidak beragama Hindu seperti halnya Sanjaya, namun beragama Buddha Mahayana.
Masa transisi Hindu ke Budha
Prasasti Kelurak, dan Prasasti Karang Tengah
Ditemukan di desa Kelurak dekat Prambanan dengan tulisan Pranagari dan bahasa Sansekerta. Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri (= candi sewu), di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu adalah candi Budha.
Candi Borobudur
Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan (= gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, menyebutkan bahwa: Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur (kamulan di bhummi sambara bhudara) yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.
Candi Prambanan
Setelah pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Pengganti Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi (856 – 886) berhasil mengatasi pemberontakan Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Pengganti Rakai Kayuwangi adalah Rakai Watuhumalang yang memerintah dari tahun 886 – 898 Masehi. Kemudian menyusul pemerintahan Raja Balitung (898 – 910.
Raja-raja setelah Balitung
- Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
- Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
- Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929).
Berikutnya: Perjalanan Kerajaan Majapahit
.png)













