websejarah.com – Bagi seorang guru sejarah, menyusun Program Semester (Promes) bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan bagian penting dari strategi pembelajaran. Promes membantu guru menata waktu, menyesuaikan capaian pembelajaran, dan memastikan materi sejarah tersampaikan secara sistematis sepanjang semester.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, Promes Sejarah Kelas 10 SMA/MA menjadi lebih fleksibel dan berorientasi pada capaian pembelajaran, bukan lagi sekadar daftar topik per minggu. Artinya, guru dapat menyesuaikan alokasi waktu dan kegiatan belajar berdasarkan kebutuhan peserta didik dan karakteristik sekolah.
Download Promes Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru
Untuk mendapatkan Perangkat ajar Promes Sejarah untuk Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka Terbaru, silahkan unduh melalui tautan yang kami sediakan di bawah ini:
Apa Itu Promes Sejarah Kelas 10 Kurikulum Merdeka?
Promes adalah singkatan dari Program Semester, yaitu dokumen perencanaan yang berisi pembagian alokasi waktu untuk setiap topik atau tujuan pembelajaran dalam satu semester.
Dalam Kurikulum Merdeka, Promes disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Promes ini membantu guru melihat gambaran besar pembelajaran Sejarah selama enam bulan ke depan.
Fungsi utama Promes antara lain:
- Menjadi panduan guru dalam mengatur jadwal pembelajaran agar efektif.
- Menghindari penumpukan materi di akhir semester.
- Menjamin ketercapaian kompetensi siswa sesuai CP.
- Memudahkan evaluasi dan pelaporan hasil belajar.
Struktur Promes Sejarah Kelas 10 SMA/MA
Dalam Kurikulum Merdeka, struktur Promes lebih ringkas dibandingkan versi Kurikulum 2013. Dokumen Promes umumnya memuat komponen berikut:
- Identitas Sekolah dan Mata Pelajaran
- Satuan Pendidikan: SMA/MA
- Fase: Fase E (Kelas 10)
- Mata Pelajaran: Sejarah
- Tahun Ajaran dan Semester: Ditulis sesuai periode pembelajaran
- Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 10 mengacu pada pengenalan dasar konsep sejarah, seperti waktu, ruang, dan perubahan sosial. Siswa diharapkan mampu memahami sejarah sebagai ilmu, serta menganalisis perkembangan kehidupan manusia dari masa prasejarah hingga awal peradaban dunia. - Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ATP menjabarkan CP menjadi langkah-langkah pembelajaran yang lebih spesifik. Misalnya:- TP 1: Memahami konsep waktu dan ruang dalam sejarah.
- TP 2: Menganalisis bukti-bukti arkeologis masa prasejarah.
- TP 3: Mengidentifikasi peradaban awal dunia dan kontribusinya terhadap perkembangan manusia.
- Alokasi Waktu per Tujuan Pembelajaran
Setiap TP diberi waktu tertentu sesuai kompleksitas materi dan kegiatan belajar. Biasanya dalam bentuk minggu ke-1 sampai minggu ke-18. - Kegiatan dan Asesmen
Kolom ini berisi rencana kegiatan belajar (misalnya diskusi, presentasi, proyek sejarah lokal) dan bentuk asesmen (kuis, laporan, portofolio).
Contoh Promes Sejarah Kelas 10 Semester 1 (Ringkas)
| Minggu Ke- | Tujuan Pembelajaran | Topik Utama | Kegiatan Utama | Asesmen |
|---|---|---|---|---|
| 1–2 | Memahami konsep sejarah, waktu, dan ruang | Pengantar Ilmu Sejarah | Diskusi interaktif dan mind map | Tes formatif |
| 3–4 | Mengidentifikasi sumber sejarah | Jenis dan fungsi sumber sejarah | Observasi dokumen dan artefak | Laporan pengamatan |
| 5–6 | Menganalisis bukti masa prasejarah | Prasejarah di Indonesia | Kajian video dan analisis peta | Presentasi kelompok |
| 7–8 | Menjelaskan perkembangan peradaban awal | Mesopotamia, Mesir, India, Cina | Peta konsep dan mini-proyek | Kuis & portofolio |
| 9–10 | Menganalisis interaksi budaya awal | Hubungan antarperadaban | Diskusi dan simulasi perdagangan kuno | Refleksi tertulis |
| 11–12 | Ulangan Tengah Semester | Evaluasi CP awal | Tes sumatif | Nilai UTS |
| 13–16 | Membedakan peradaban klasik | Yunani, Romawi, dan Nusantara Kuno | Proyek “Museum Mini Kelas” | Penilaian proyek |
| 17–18 | Refleksi dan Asesmen Akhir | Evaluasi keseluruhan pembelajaran | Presentasi reflektif | UAS & jurnal siswa |
Prinsip Penyusunan Promes Sejarah Kelas 10
Menyusun Promes yang efektif tidak hanya menata waktu, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik siswa dan konteks sosial sekolah. Berikut prinsip yang dapat dipegang guru sejarah:
- Keterpaduan antar komponen pembelajaran
Promes harus selaras dengan CP, ATP, dan Modul Ajar agar pembelajaran tidak terpecah-pecah. - Fleksibilitas
Dalam Kurikulum Merdeka, guru diberikan ruang untuk menyesuaikan alokasi waktu berdasarkan kondisi riil di lapangan. - Kontekstualisasi
Gunakan contoh peristiwa sejarah lokal untuk memperkaya materi nasional dan global. Misalnya, membahas sejarah kerajaan lokal di daerah masing-masing. - Keterlibatan Aktif Siswa
Rancang kegiatan yang membuat siswa menjadi peneliti sejarah mini: mencari data, menulis kronologi, dan mempresentasikan temuannya. - Integrasi Literasi dan Profil Pelajar Pancasila
Promes sebaiknya memuat nilai-nilai seperti gotong royong, berpikir kritis, dan refleksi diri, sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 10 (Fase E)
Berdasarkan panduan dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar Kemendikbud, 2024), CP Sejarah Kelas 10 mencakup:
- Pemahaman Hakikat Sejarah: Siswa memahami pengertian sejarah sebagai ilmu, seni, dan peristiwa.
- Kesadaran Waktu dan Ruang: Siswa mampu menempatkan peristiwa sejarah dalam konteks kronologis dan geografis.
- Analisis Sumber Sejarah: Siswa mengenali jenis-jenis sumber sejarah dan melakukan penelusuran sederhana.
- Pengenalan Masa Prasejarah dan Peradaban Dunia: Siswa menjelaskan perkembangan manusia dari zaman prasejarah hingga peradaban klasik.
- Keterampilan Historis: Siswa mampu menulis narasi sejarah sederhana berdasarkan sumber yang tersedia.
Manfaat Promes Bagi Guru Sejarah
Promes memberikan banyak manfaat strategis bagi guru, antara lain:
- Efisiensi Waktu
Guru dapat mengatur jadwal mengajar secara sistematis dan menghindari tumpang tindih materi. - Konsistensi Pembelajaran
Promes membantu memastikan setiap tujuan pembelajaran tercapai sesuai rencana. - Dasar untuk Supervisi dan Evaluasi
Promes menjadi acuan kepala sekolah atau pengawas dalam menilai kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum. - Mendukung Perangkat Ajar Lain
Promes menjadi dasar untuk menyusun Prota (Program Tahunan), ATP, dan Modul Ajar.
Tips Membuat Promes Sejarah Kelas 10 yang Efektif
- Gunakan Template Digital
Gunakan Excel atau Google Sheet agar Promes mudah diperbarui setiap semester. - Kaitkan dengan Isu Aktual
Misalnya, saat membahas globalisasi, guru bisa menghubungkannya dengan sejarah perkembangan internet. - Sertakan Proyek Kolaboratif
Tambahkan kegiatan berbasis proyek, seperti “Jelajah Jejak Sejarah Daerahku”. - Sisipkan Asesmen Alternatif
Selain tes tulis, gunakan vlog sejarah, podcast, atau pameran mini. - Refleksi Berkala
Evaluasi Promes setiap akhir semester untuk melihat efektivitas rencana dan hasil belajar siswa.
Contoh Narasi Penerapan Promes di Kelas
Bayangkan Pak Arif, seorang guru sejarah di SMA negeri di Yogyakarta. Ia menyusun Promes Sejarah Kelas 10 dengan memanfaatkan pendekatan berbasis proyek.
Di minggu ketiga, saat membahas masa prasejarah, ia mengajak siswa membuat “Peta Waktu Digital” menggunakan Canva. Minggu berikutnya, siswa melakukan wawancara dengan arkeolog lokal tentang situs prasejarah di daerah mereka.
Dengan Promes yang terencana, pembelajaran menjadi hidup, interaktif, dan bermakna. Siswa tidak hanya tahu siapa Homo erectus, tapi juga memahami bagaimana situs Sangiran menjadi bagian penting dari identitas nasional.
Promes Sejarah Kelas 10 SMA/MA Kurikulum Merdeka bukan hanya dokumen administratif, tetapi alat strategis yang membantu guru menciptakan pembelajaran sejarah yang menarik, terstruktur, dan bermakna.
Melalui Promes, guru memiliki arah yang jelas untuk membangun kompetensi historis siswa—dari sekadar mengingat fakta menuju berpikir kritis dan reflektif.
Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi guru untuk berinovasi, dan Promes adalah fondasi agar inovasi itu tetap berpijak pada rencana yang matang. Dengan Promes yang baik, setiap pertemuan di kelas sejarah menjadi kesempatan menumbuhkan kesadaran masa lalu untuk menata masa depan bangsa.











